Fandy Sido
www.kompasiana.com/afsee

TERVERIFIKASI

masih amatir, bercita-cita jadi pionir. | Sebagian fiksi dan opini ada di www.bukufandy.com.
Kompasianer sejak:
7 June 2010
Tulisan : 7 artikel
Komentar : 5862 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadi Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Cerpen

Kaca yang Menghitam

Aku sudah berniat melipat rapat kisah ini, bukan hanya karena menjaga kehormatan dua keluarga terpandang tetapi juga menghindari polemik para pendengar radio yang mengejar-ngejarku untuk ...

FIKSI | 11 April 2012 13:13

122   9   dibaca Nihil

Cerpen

Hendrik, Aku Tasya, dan Aku…

Begitu saja. Dan perasaan itu telah muncul bahkan sebelum aku sempat berkedip untuk kedua kali. Aku termasuk perempuan yang tidak begitu respek dengan istilah “jatuh ...

FIKSI | 19 February 2012 18:15

142   8   dibaca Nihil

Cerpen

Yang Ketujuh

Yang Ketujuh “Ramon, kenapa kamu suka banget angka tujuh?” “Karena angka tujuh mewakili kehidupan.” “Kalau angka satu?” “Karena yang itu mewakili kematian.” Buku kecil itu terselip rapi dalam ayunan lengan ...

FIKSI | 10 February 2012 17:19

104   6   dibaca 1 menarik

Cerpen

Dua Penulis

*** Lady Papyrus Kompasianer sejak 9 Maret 2010. Layar itu berpendar dalam kegelapan. Tak banyak bunyi malam ini. Ketikan-ketikan lancar terdengar nyaris beraturan, seperti derap langkah keramaian yang ...

FIKSI | 6 December 2011 17:05

94   13   dibaca 3 menarik

Cerpen

Sigma

Aku mengenalmu sebagai lapisan jiwa dan raga yang bernas. Cukup kokoh untuk digoyang angin kejenuhan pikiran, cukup tegak untuk dimiringkan oleh gunjingan yang tak jelas ...

FIKSI | 5 December 2011 19:01

66   10   dibaca Nihil

Cerpen

Yapim Anak Jathilan

“Ayah…. Tunggu. Pelan-pelan…!” Yapim mengejar dengan ceria. Ayahnya melangkah di depan menuruni bukit itu. Luas di depan mereka, Danau Kestubi menyambut dalam ketenangannya yang mengalir bersama ...

FIKSI | 8 October 2011 13:53

84   14   dibaca 1 inspiratif

Cerpen

Sebuah Panggilan Telepon

“Benar, Pak! Saya dengar sendiri ada suara anak kecil, terus begitu ganti suara perempuan, sama ada suara laki-laki juga. Sumpah demi Tuhan! Suaranya putus-putus tapi ...

FIKSI | 3 October 2011 12:43

218   32   dibaca Nihil

Subscribe and Follow Kompasiana: