HIGHLIGHT

Warisan Indonesia untuk Islam di Canberra

17 September 2012 04:48:20 Dibaca :
Warisan Indonesia untuk Islam di Canberra

Jumat kemaren tanggal 14 September 2012, saya sempat berkunjung ke Kedutaan Indonesia yang terletak di Darwin Avenue di kawasan Yararumla yang terletak tidak jauh di sebelah barat Capital Hill dan juga sebelah selatan danau buatan Lake Burley-Griffin.

Ayo sholat jumat di Masjid Canberra”, ajak kakak teman saya ketika waktu dzuhur hampir tiba . Kami hanya cukup berjalan kaki dari kedutaan melewati Kedutaan Perancis yang ada di Darwin Avenue . Setelah sampai di Perth Avenue, kami belok kiri melewati Kedutaan Meksiko dan Malaysian High Comiisioner. Akhirnya kami belok kiri di Empire Circuit dan kemudian tiba di Canberra Mosque.

13478087011913519786

Yang pertama-tama menyambut kami adalah halaman yang luas dan berumput hijau. Asyiknya di halaman ini lkelihatan lebih sebagai halaman sebuah sekolah karena banyak sekali anak-anak yang sedang bermain dengan segala fasilitas bermain yang lengkap seperti ayunan, perosotan yang berwarna-warni.

1347808741511136425

Tampak kerumunan anak-anak sedang bermain, sedangkan para orang tua juga terlihat sedang menunggu anak-anak yang tampak riang gembira. Saya mendekati taman ini dan bertemu dengan sebuah prasasti marmer berwarna merah marun. Ternyata halaman ini merupakan taman bermain yang memiliki nama “Mohammad bin Zayed Al Nahayan Children Play Ground”. Demikian tertulis pada prasasti yang juga menjelaskan bahwa taman ini disumbangkan oleh Sang Putra Mahkota dari Abu Dhabi United Enirates Arab tertanggal 8 September 2006.

Dari sini sudah terlihat bangunan masjid yang tidak terlalu besar namun sangat indah dengan kombinasi warna putih dan kuning emas yang dominan. Sebuah menara yang tampak langsing dan lancip mirip sebuah jarum dengan ketinggian sekitar 30 atau 40 meter. Ada sebuah kubah kecil dan juga atap yang mirip tenda-tenda haji di Tanah Suci.

13478087831381113832

Ketika mendekati pintu masuk yang terbuat dari pagar berwarna kuning emas, tepat di atas pintu terdapat nama masjid ini : Canberra Mosque. Ruang pertama adalah beranda masjid dimana lantai keramik berwarna kuning coklat dan tiang-tiang penyangga tenda menyambut kami. Di sekeliling tampak deretan rak sepatu, gulungan karpet dan juga rak buku berisi Al-Quran dan buku-buku Islam lainnya. Di kawasan ini, kita masih boleh memakai alas kaki sebelum memasuki ruang sholat melalui sebuah pintu yang juga berwarna kuning emas.

13478088181904074634

Setelah mengambil air wudhu, saya memasuki ruangan sholat dan disambut oleh hamparan sajadah hijau tua dan dinding berwarna putih, Dinding ini tidakmemiliki terlalu banyak hiasan, ada sebuah jam yang berisi waktu-waktu sholat . Sebuah mimbar dari kayu berwarna plitur coklat tua juga menghiasi ruangan sholat ini..

1347808852670790171

Ketika waktu sholat telah tiba, jemaah pun kian ramai. Azan pun menggema dan rangkaian khotbah serta sholat Jumat pun berlangsung sebagaimana biasanya. Yang unik jemaahnya beragam terdiri dari berbagai bangsa, Selainh orang Indonesia, yang tampak dominan adalah dari dari kawasan timur tengah dan juga terlihat beberapa orang kulit putih.

Menurut sejarah, insiatif pembangunan masjid ini dimulai oleh duta besar Indonesia pada akhir tahun 1950-an yaitu Dr. A. Y . Helmi,. Arsiteknya adalah Mr. G Block dan rancangannya dibuat di Melbourne, Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1960 dan tiga negara menjadi pelopor pembangunannya yaitu Indonesia, Malaya, dan Pakistan,

134780888370504333

Akhirnya, setelah selesai sholat Jumat, kami pun kembali berjalan santai menuju Kedutaan Indonesia untuk kemudian melanjutkan perjalanan dan pengembaraan di ibukota Australia yang indah ini. Sebuah Jumat siang yang mengesankan di Masjid Canberra, yang sampai saat ini merupakan satu-satunya masjid di ibukota Australia yang menurut statistik menjadi rumah lebih dari 8000 pemeluk Islam yang berasal dari sekitar 60 negara.

Canberra, September 2012

Muhammad Aditya Setiajid

/adityasetiajid

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Mau belajar nulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?