Gubernur Superhero? Omong Kosong!

11 Juni 2012 02:17:19 Dibaca :
Gubernur Superhero? Omong Kosong!
Gubernur Superhero, Omong Kosong! (taupisfrisky.blogspot.com)

Follow Me : @assyarkhan

Gubernur yang Gagal (Bag. 3)

Artikel ini merupakan lanjutan dari Artikel Sebelumnya Gubernur yang Gagal 1, Gubernur yang Gagal 2, dan kini kita memasuki pembahasan Gbernur yang Gagal 3, Judulnya disengaja dirubah agar tidak membosankan. Semoga bermanfaat dan menjadi rujukan dalam memilih CEO Jakarta.

Ketiga : Gubernur Merasa Superhero

Banyak anggapan bahwa seorang Gubernur ideal adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang mumpuni atau dapat disebut juga seorang Gubernur yang dinamis. Mereka mampu membuat keputusan dalam hitungan detik. Menghadapi banyak masalah secara bersamaan, dan membutuhkan satu detik untuk menyelesaikan situasi yang membuat bingung orang berhari- hari.

Gambaran di atas adalah omong kosong! Terlebih berhaadapan dengan kondisi Jakarta yang serba Komplek. Gubernur yang sangat tajam dan desisif cenderung menyelesaikan Isue sangat cepat sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk melihat percabangan masalah. Lebih buruknya lagi, Gubernur atau Calon Gubernur dengan karakter seperti ini merasa seperti seorang Superhero, Dialah satu-satunya sumber solusi, Gubernur seperti ini sesungguhnya tidak akan membuat kemajuan karena tidak akan terbuka terhadap pendapat orang lain.

Ada seorang CEO dari Rubbermain bernama Wolfgang Schmitt yang senang menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah sulit dalam sekejab mata. Sampai – sampai Schmitt mendapatkan sebutan “Wolf mengetahui segalanya”. Dalam sebuah diskusi yang kompleks pun Schmitt, tidak menghiraukan pendapat atau sudut pandang orang lain. Ia hanya mengatakan bahwa “Baiklah! Ini yang harus kita lakukan!

Ketika sebuah Organisasi apapun itu termasuk Pemerintahan, Sesungguhnya Anda sudah membuat sebuah pemerintahan yang kacau dah Gagal Total. Inilah yang terjadi Di Rubbermaid Perusahaan ini jatuh dari perusahaan yang paling dikagumi versi Fortune di tahun 1993, menjadi perusahaan yang diakusisi oleh jutawan Newell beberapa tahu kemudian

Gubernur dan calon gubernur harus mengingat bahwa hakikatnya seorang pemimpin hanyalah seorang manusia dimana kita semua tahu manusia tidak luput dari kesalahan. Salah satu cara untuk meminimalisir kesalahan adalah mengumpulkan pendapat dan sudut pandang orang lain, dan kemudian dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Seorang Gubernur/Calon Gubernur yang sudah mempunyai anggapan “Saya mengetahui semua jawaban untuk permasalahan Jakarta, paling Saya butuh dua tahun atau tiga tahun, orang-orang akan terdiam dengan keputusan Saya, awalnya mereka akan memprotes, tapi nanti mereka akan diam kok. Saya tahu semua kok apa yang dibutuhkan Jakarta, maka Pilih Saya”, Sudah terlhat bukan Arogansinya?, Gubernur seperti ini Penulis pastikan tidak akan mendengar pendapat siapapun kecuali pendapat dirinya sendiri. Gubernur dengan karakter seperti ini tidak akan mau untuk mempelajari hal – hal yang baru karena ia menganggap mereka sudah mengetahuinya tanpa harus mempelajarinya.

Jika Anda ingin membangun Jakarta dalam dunia Imajinasi seperti dalam Film Superman dan Spiderman, Pilihlah Cagub Anda yang merasa dirinya Superhero, dan hiduplah Anda dalam dunia imajinasi, tetapi jika Anda merasa hidup di dunia nyata, tak layak memilih Gubernur dan calon Gubernur yang merasa Superhero. Selamat Memilih Warga Jakarta!

Bandung, 11 Juni 2012

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi) on Facebook

Adi Supriadi

/adisupriadi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Writer, Trainer & Public Speaker. Working as HR Manager Di Perusahaan Penanaman Modal Asing Jepang.
"Dunia ini adalah tempat bekerja bukan tempat menerima pahala dan Akhirat itu tempat menerima pahala bukan tempat bekerja, maka bekerjalah ditempat yang tidak ada pahala untuk tempat yang tidak ada pekerjaan "(Assyarkhan)

Selengkapnya...