Berkorban adalah Kebutuhan Kita

27 Mei 2011 00:17:31 Dibaca :

Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama lbrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu” la menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang dipertintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (OS, Ash-Shaaffaat:102)

Begitulah hendaknya kesigapan kita ketika melihat kesempatan berkorban. itu perlu kita lakukan sekarang ini untuk menghadapi masa depan. Seperti halnya sejarah mencatat para Nabi, Rasul dan salafushalih. Mereka melakukan pengorbanan yang luar biasa hingga kehidupan dan akhir kehidupan mereka menjadi gemilang. Kemenangan dan kejayaan umat islam bahkan kemerdekaan tanah air kita tegak dari pengorbanan.

Pengorbanan bertemu dengan rasa tanggung jawab terhadap dakwah, keberanian dan kesabaran. Dorongannya adalah semangat berdakwah untuk membawa manusia dan kehidupan menjadi lebih baik. Hakikat dan tabiat perilaku geraknya adalah pengorbanan. Perisainya adalah keberanian jiwa menghadapi berbagai rintangan. Dan nafas panjangnya adalah kesabaran.

Inilah yang melahirkan manusia-manusia yang memiliki masa depan. Karena padanya berjuta manfaat dari selangit solusi. Apapun masalahnya buat dia selesai. Seperti yang Rasul sampaikan sebagai sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain.

Masa depan hanya dimiliki oleh mereka yang telah membelinya dengan pengorbanan Kita membutuhkan pengorbahan itu untuk masa depan kita, kita sendir Bukan orang lain.

Saat ini kehidupan manusia telah dihanyut ombak nafsu yang menghancurkan fitrahnya. Semua telah rusak oleh kerakusan manusia. Sehingga dihadapan terbentang kesempatan berkorban. Inilah saatnya kita memulai bersama. Dan iringilah semua pengorbanan dengan do'a, harapan yang bermakna; tempatkan ya Tuhanku di singgasana terindah di syurga dengan para syuhada. Bandung , 27 Mei 2011 Artikel ini diambil dari Buku B A Smart Worker , Penulis : Adi Supriadi, 2007 Untuk Kompasiana Semua, Semoga Bermanfaat Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)

Adi Supriadi

/adisupriadi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Writer, Trainer & Public Speaker. Working as HR Manager Di Perusahaan Penanaman Modal Asing Jepang.
"Dunia ini adalah tempat bekerja bukan tempat menerima pahala dan Akhirat itu tempat menerima pahala bukan tempat bekerja, maka bekerjalah ditempat yang tidak ada pahala untuk tempat yang tidak ada pekerjaan "(Assyarkhan)

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?