Peta Politik 5 Parpol Besar Menuju 2014

06 Mei 2012 00:48:23 Dibaca :
Peta Politik 5 Parpol Besar Menuju 2014

PARTAI DEMOKRAT

Partai demokrat krisis kader. Kader-kader yang ada di Partai Demokrat banyak yang tersandung dengan berbagai kasus. Anas, Nazaruddin yang diandalkan di Partai Demokrat berurusan dengan pengadilan. Kiris kader dalam tubuh Demokrat menyebabkan Demokrat melirik kader partai lain. JK yang aktif di Golkar dilamar untuk dicalonkan menjadi Presiden 2014. Kalau JK mau di usung oleh Demokrat, Demokrat untung besar karena kualitas JK dipercaya oleh banyak masyarakat ketimbang kader-kader dari Demokrat sendiri. Lamaran Demokrat terhadap kader Golkar, akan membuat Golkar tambah pecah parah. JK dan Ical yang sama-sama besar di Golkar dan misal sama-sama mencalonkan diri, ini akan membingungkan kader Golkar sendiri. Ini bisa jadi kemerosotan kekuatan Golkar. Kekuatan Partai Demokrat ada pada dana dan jaringan dengan luar negeri melalui kekuasaan yang dimiliki SBY. Kelemahannya krisis figur karena kader Demokrat sering menyelwengkan kekuasaan jika diber kekuasaan. Oleh karena itu, Demokrat perlu berkoalisi.

PARTAI GOLKAR

Partai ini secara institusi Golkar mengusung Ical. Namun secara person, Ical kurang diterima oleh kader-kader Golkar, apalagi di luar Golkar, justru lebih menerima JK. Ada peluang besar untuk Golkar kedepan, kalau Golkar bisa merubah yang diusung, bukan Ical, tapi JK. Namun keambisan Ical dan kekuatan Ical di sisi ekonomi membuat Ical bisa mempengaruhi keputusan musyawarah di tubuh Golkar sehingga Ical yang diusung, bukan JK. Kekuatan Golkar ada pada pendukung yang sampai ke akar rumput, selain itu kualitas kader yang melebihi kader-kader partau lain. Kelemahan Golkar kurangnya persatuan di internal Golkar. Golkar gegabah dan terburu dalam mengambil keputusan.

PDI-P

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Bandung pada tanggal 12–14 Desember 2011, memutuskan bahwa penentuan Capres dari PDIP adalah kewenangan Ketua Umum PDIP. Untuk sementara, di PDIP ada dua tokoh yang digadang-gadang sebagai Capres 2014, yaitu Mega dan Puan. Puan menyatakan siap jadi Capres 2014. Mega belum memberi pernyataan kesiapan. Ada peluang besar bagi PDIP kalau Mega yang maju lagi karena Elektabilitas Mega 19,6 persen. Namun setiap polling parpol, bahkan juga saat realtime pemilu, suara terbanyak adalah tidak/belum menentukan pilihan atau golput. Sedangkan Puan tokoh masih hijau, masih kurang populer, bahkan lebih populer Rano Karno, dan Rieke. Kekuatan PDIP ada pada massa yang banyak. Selalu menjadi oposisi yang tegas. Kelemahan PDIP ada pada kaderisasi yang kurang terbuka sehingga ada kata CAPRES dari PDIP haruslah berdarah Soekarno.

PARTAI AMANAT NASIONAL

PAN mencalonkan Hatta Rajaza sebagai Capres 2014 yang akan datang. Partai Amanat Nasional (PAN) mulai menggandeng partai-partai kecil yang tidak lolos electoral threshold (ET) dan parliamentary threshold (PT) untuk bergabung. Partai yang sudah bergabung adalah PBR (Partai Bintang Reformasi). Dalam waktu dekat ada empat partai lagi yang akan menyusul. Kekuatan PAN ada pada bergabungnya partai-partai kecil untuk berkoalisi. Kelemahan PAN kurang peka terhadap persoalan di Indonesia.

PARTAI KEBAGKITAN BANGSA

Partai ini masih belum membicarakan siapa yang akan diusung jadi capres 2014 karena masih fokus untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 2014. Namun sebagian besar ulama di Jawa Timur menginginkan Mahfud MD jadi Capres 2014. Selain itu, PKB punya sosok yang disebut-sebut juga sebagai Capres 2014, yaitu Muhaimin Iskandar. PKB bisa memasangkan Mahfud MD dengan Muhaimin Iskandar. Kelemahan PKB ada pada pecahnya PKB. Kekuatan PKB ada pada kultur yang diyakini banyak orang.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?