HIGHLIGHT

Mengapa Ada Kekerasan pada Jurnalis?

11 Juni 2012 05:36:54 Dibaca :
Mengapa Ada Kekerasan pada Jurnalis?
Wernet I-Const.Net. (Dok. Pribadi)

Hampir setiap hari warnet saya didatangi wartawan. Wartawan yang satu ini namanya Abd. Rahim, teman saya juga sejak di kampus dulu. Waktu kedatangannya tidak tentu, kadang pagi, kadang siang, kadang malam. Tujuan ia datang adalah menulis berita dan mengirimnya ke sebuah media melalui e-mail. Ada juga wartawan lain yang datang, namanya Samauddin, ia wartawan di Koran Tekad, tujuan Samauddin sama dengan Adb. Rahim. Selain wartawan Abd. Rahim dan Samauddin, ada juga wartawan lain, kalau dilihat dari handycam-nya sepertinya ia dari TV7, ia datang ke warnat untuk meng-copy berita dari handycam Abd. Rahim.

Setiap saya melihat Abd. Rahim datang ke Warnet, setiap itu pula saya ingat kepada teman saya yang bernama Ahmad Sai, seorang wartawan televisi lokal Sumenep yang pernah diancam dibunuh oleh seorang anggota Dewan Kabupaten Sumenep, (13/04/12). Saya teringat juga pada Wartawan Kompas Reny Sri Ayu yang mengalami kekerasan dari sekelompok orang di Sulawesi Tengah (29/5/2012). Selain itu, juga teringat pada kekerasan oknum TNI kepada enam orang jurnalis di kawasan Gates Nan XX, Lubu Begalung, Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/5/2012).

1339392960293410439
Ahmad Sai Saat Melipit. (Dok. Pribadi)

Kalau memang kita ada dalam kebenaran, mengapa harus takut untuk dilipit media. Media punya kode etik, pasti tidak akan memuat berita yang bisa mencemarkan nama baik, kalaupun ada oknum wartawan yang membuat pencemaran nama baik, kita kan bisa melaporkan ke pihak yang bersangkutan. Negara kita kan negara hukum. Jangan main hakin sendiri, walaupun hakim kadang tidak adil.

Marilah jangan sampai melakukan kekerasan pada jurnalis, kasihan mereka. Seperti teman saya, Ahmad Sai itu, berangkat dari pagi hingga malam tak peduli panas, dingin dan capek memburu berita, tidak lain hanya untuk menyambung hidup, untuk memberitakan kebenaran dan ketransparanan yang terjadi dilapangan kepada publik, agar tidak ada pendustaan pada publik. Bukankah tugas seperti itu mulia? Lalu mengapa masih ada kekerasan pada wartawan? Memang ada juga oknum jurnalis yang sering memeras (wartawan amplop), tapi tidak semua.

STOP KEKERASAN PADA JURNALIS...!

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?