Adica Wirawan
Adica Wirawan karyawan swasta

Founder of "gerairasa.com" Mempunyai passion yang kuat sebagai seorang pelajar, pengajar, penulis, penyunting, dan praktisi yang terus mengembangkan wawasannya dalam bidang pendidikan, bahasa, kreativitas, grafologi, numerologi, hipnosis, kecerdasan emosi, yoga, bisnis ritel, keorganisasian nonprofit, dan spiritual. Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

pilihan headline

Tiga "Warisan" Untuk Saya dari dr. Ryan Thamrin

4 Agustus 2017   13:17 Diperbarui: 4 Agustus 2017   13:56 4126 7 5
Tiga "Warisan" Untuk Saya dari dr. Ryan Thamrin
sumber foto: www.wartakota.com

Pagi tadi saya agak kaget mendengar kabar bahwa dokter Ryan Thamrin, yang sempat menjadi pemandu acara Dr. OZ Indonesia, meninggal dunia dalam usia yang relatif masih muda, 39 tahun. Penyebabnya? Masih simpang-siur.

Namun, berdasarkan sejumlah artikel yang saya telusuri, dokter yang punya tinggi badan 187 cm itu diduga jatuh di kamar mandi. Entah karena terkena serangan jantung atau stroke atau penyakit "silent killer" lainnya, tak lama kemudian, dia dinyatakan wafat di Pekanbaru, Riau.

Sejumlah orang tentu turut merasa kehilangan atas kejadian tersebut, termasuk saya yang dulu sering menyaksikan acara Dr. OZ Indonesia yang dibawakannya. Lewat acara itu, saya bisa menambah wawasan tentang kesehatan dan pola hidup yang baik.

Ada sejumlah "warisan" berupa info kesehatan yang sempat saya terima dari dokter Ryan. Di antaranya ialah info tentang kebiasaan konsumsi makan mie instan yang sering dicampur nasi.

Dulunya, saya memang sering makan mie instan dengan tambahan nasi. Maklum saja, kalau makan apapun tanpa nasi, itu bukanlah "makan" namanya.  Makanya, setiap makan mie instan, saya sering juga menambahkan sepiring rasi dan sejumlah lauk lainnya.

Namun, pada suatu episode Dr. OZ, dokter Ryan menjelaskan kalau hal itu ternyata dapat membahayakan kesehatan. Semua itu bisa terjadi karena kita mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat.

Akibatnya, kadar gula yang terkandung di dalam nasi dan di dalam mie instan akan menumpuk memenuhi tubuh. Apabila terus terjadi dalam waktu yang lama, tubuh berisiko terserang diabetes militus tipe 2.

Setelah mendengar penjelasan demikian, saya menjadi agak sadar. Ya, hanya sekadar "sadar", belum "insyaf" betul. Hehehehehehe. Makanya, sampai sekarang saya masih "hobi" makan mie instan dicampur nasi.

Namun demikian, takaran nasi yang saya konsumsi sudah jauh berkurang. Jika biasanya sepiring penuh, kini saya hanya makan nasi setengah piring saja. Sisanya "dilengkapi" lewat mie instan. Hehehehehe.

Kemudian, saya juga sering menambahkan sayuran dan daging untuk memperkaya asupan protein dan lemak. Jadi, kadar karbohidrat yang masuk ke tubuh dapat diimbangi dengan asupan lainnya.

"Warisan" lainnya yang masih "nyangkut" di tempurung kepala saya ialah kebiasaan mengonsumsi buah. Saya senang makan jeruk dan semangka. Saya biasanya melahapnya setelah makan besar.

Apakah salah? Tidak. Hanya saja, kalau urutannya dibalik, vitamin yang terserap oleh tubuh akan jauh lebih maksimal. Demikian penjelasan dokter Ryan pada suatu episode.

Sejak saat itu, saya jadi sering mencicipi buah terlebih dulu, sebelum menyantap hidangan utama. Memang rasanya nafsu makan akan sedikit "mereda" lantaran sudah ada beberapa potong buah yang masuk ke lambung.

Namun, harus diakui kalau pola makan demikian membikin tubuh lebih langsing dan lebih berenergi. Buktinya, tubuh saya tambah "kencang" begini. Hahahahahaha.

Berikutnya ialah "warisan" soal buang air besar. Nah, persoalan yang satu ini kadang bisa menimbulkan kegelisahan tersendiri. Pernah khawatir lantaran tidak kunjung BAB setelah beberapa hari? Pernah risau saat memikirkan tumpukan kotoran di perut yang bisa menyebabkan penyakit? Saya pernah mengalaminya.

Namun demikian, ketakutan itu berangsur-angsur lenyap setelah saya menonton salah satu episode tentang susah buang air besar. Ada beragam info kesehatan yang ternyata perlu diklarifikasi selama ini.

Misalnya, apakah kita "wajib" buang besar setiap hari? Jawabannya ternyata tidak, sebab setiap orang punya sistem pencernaan yang berbeda. Ada yang terbiasa buang air besar setiap hari. Ada pula yang dua sehari sekali.

Jadi, sistem pencernaan masing-masing orang punya "mood"-nya sendiri. Namun demikian, kalau lebih dari tiga hari, segera hubungi dokter, lantaran bisa jadi itu gejala sembelit.

Lalu, bagaimana cara untuk memperlancar bab? Mudah saja. Dokter Ryan menyarankan agar kita mengonsumsi lebih banyak air putih. Kalau kopi atau teh? Sebaiknya jauhi sementara karena kandungan di dalamnya bisa menyebabkan susah BAB.

Itulah beberapa "warisan" dari beliau, yang saya dapat secara gratis. Walaupun demikian, dampak yang ditimbulkannya bisa bermanfaat buat diri saya, dan orang lain tentunya.

Jadi, terima kasih dok atas semua sarannya yang baik.

Selamat jalan.

Salam.

---

Adica Wirawan, founder of Gerairasa.com
Referensi:
"Diduga Ini Penyebab dr Ryan Thamrin Meninggal, Benarkah?", tribunnews.com, diakses pada tanggal 4 Agustus 2017.