Ade Subagio
www.kompasiana.com/adagium
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 258 artikel |
| Komentar | : | 220 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
jadilah aku pisah keranjang maklum aku buah bukan orang buahpun aku buah bernuk bukan jeruk manasuka orang pada rasa pahit dipilih pasti yang manis mungkin sudah jadi nasib buah ...
tentang kesetiaan, semua hanya tentang waktu arus sungai yang mengalir menuju muara tentang kesetiaan, semua cerita tentang perjalanan sungai yang akan menyatu dengan lautan tentang kesetiaan, langkah-langkah kaki yang terus berjalan menuju batas ...
pernah terpikir mengapa aku harus berada di sini barangkali hanya untuk satu alasan saja: harapan tak pernah aku berpikir apakah harapan yang sesungguhnya atau harapan kosong aku hanya menunggu saja lewat ...
Aku tak bermaksud membela diri, tapi kehidupan itu sering menunjukkan harta adakalanya tak berdaya samasekali.dan tak sanggup membela seseorang dari naik turun kehidupan. Banyak hal ...
bagaimana aku mengatakan bahwa kau cantik sedangkan banyak wajah dan senyum terbetik tapi aku ingin berkata bahwa jiwa tersimpan nun di sana dan jiwaku berkata tentang jiwamu bercerita tentang ...
aku tak bisa bersamamu hingga tua nanti haruskah selalu bersama? jalan tak selalu satu dan kini dua berbeda harus mengambil arah masing-masing karena hidup tak cukup dengan cinta tapi mengerti ...
setelah Kau tiupkan rohku janin di rahim perempuan dan tegak menjadi manusia akulah tujuh puisi jahiliyah yang tergantung di Ka’bah angkuh dipuji dikagumi maka tiupan demi tiupan ujian dalam hidupku dan aku hanya ...
Ini hanyalah cerita obrolan biasa. Pertemuanku dengan seorang ibu, tetangga satu RT saat perjalanan dalam bis kota jurusan Bekasi - Senen. ‘Mau kemana Bu’ tanya ibu ...
1 Ketika seekor burung pegar, burung kuau kecil berbulu sembilan warna meloncat dari cabang ke cabang, melompat-lompat dan mengoyangkan jenggernya, burung itu melebarkan sayapnya bagai sebaran angin semilir ...
jalan ini sudah teramat ujung terus akan kemana? dalam tusukan di jantung tak membunuhku mengapa? hanya harus terus berjalan tanpa harus berpikir tetap harus hidup kesakitan tak boleh berhenti menyingkir ingin rasanya tertidur di ...