HIGHLIGHT

Ke Mana Perginya Api Setelah Ditiup?

15 Juni 2012 23:34:21 Dibaca :

Ketika masih kecil dan belum lagi TK, saya selalu heran jika di malam hari sedang ada pemadaman listrik. Kenapa hanya lampu-lampu rumah saja yang padam? Kenapa lampu kendaraan bermotor baik-baik saja? Berkali kali saya menanyakan ini pada orang dewasa, tapi mereka selalu menjawabnya dengan ngawur. Ada juga yang diam tidak berusaha menjawab. Yang lebih menyakitkan, beberapa dari mereka mengatakan 'huuust' pada saya.

Saat saya duduk di bangku SD (entah kelas berapa saya lupa), barulah saya mengerti jika lampu kendaraan dihasilkan dari energi yang berbeda. Ah, ternyata jawabannya mudah. Saya heran, kenapa dulu pertanyaan saya tidak dijawab dengan baik-baik oleh orang dewasa di sekitar saya?

Ohya, ada satu pertanyaan lagi. Ini yang paling sering saya tanyakan di kala bocah, dan saya tidak menemukan jawaban dalam waktu yang sangat lama. Tentang kemana perginya api setelah ditiup? Apakah menuju dimensi yang lain? Jika api hanyalah kumpulan dari berbagai energi, bisa jadi dia hilang begitu saja. Bagaimana jika api adalah materi? Kemana dia pergi?

Semasa sekolah, saya tertarik dengan pelajaran fisika atau kimia tapi jika sedang menjabarkan seputar api saja. Selebihnya, saya hanya siswa biasa pada umumnya yang lebih senang ilmu di bidang sosial ketimbang harus bersahabat dengan angka dan simbol-simbol. Sebenarnyalah dua mata pelajaran itu sangat menyebalkan di mata saya. Maaf bagi para pencinta fisika dan kimia, saya sedang curhat bukan sedang menyudutkan, hehe..

Ketika masa penjurusan SMA, dengan kemampuan yang pas pasan saya nekad masuk kelas IPA. Apa sebab? Ya benar, satu diantaranya adalah karena saya belum menemukan jawaban perihal kemana perginya api setelah ditiup.

Selama di kelas IPA, pelajaran kimia yang nyantol di otak dan melekat sampai sekarang hanya satu. Yaitu tentang penyebab timbulnya api. Api muncul karena ada gesekan antar benda yang berada dalam udara.

Dari sana, saya mulai mengerti bahwa untuk bisa terjadi api dibutuhkan setidaknya tiga unsur. Bahan bakar, oksigen (zat asam arang) dan sumber panas. Ketiganya, jika ada di takaran yang pas (dan terjadi gesekan), maka terjadilah api.

Tiga unsur di atas,  masing-masing terdiri dari banyak sub unsur. Misalnya bahan bakar. Ada bahan bakar padat, cair dan gas. Dari masing-masing itu masih bisa dibagi bagi lagi. Bahan bakar padat itu kan ada kayu, kertas, dan lain lain. Banyak dah pokoknya.

Kembali lagi pada pertanyaan, kemana perginya api setelah ditiup?

Ternyata jawabannya mudah. Api tidak pergi kemana mana. Lho kok bisa? Iya. Api adalah wujud dari bahan bakar, oksigen dan sumber panas. Saat kita mengundang datangnya api, misalnya dengan cara memantik korek, ketiganya bekerja sama dan mewujud menjadi api. Dan ketika kita meniupnya, kita sengaja mengacaukan kerja sama ketiganya. Dengan kata lain, kita seperti sedang memencet tombol off dan memberi perintah untuk selesai.

Kasus yang lain (selain ditiup), matinya api dikarenakan salah satu unsur pendukungnya tidak ada. Misalnya, bahan bakarnya habis. Contoh kecil, korek tidak bisa lagi mengundang datangnya api bila gas elpijinya habis. Atau kalau tidak ada unsur oksigen.

Saya tahu, saya menggunakan bahasa yang sederhana untuk menjelaskan ini. Boleh jadi, menurut para ahli paparan saya sangat kurang lengkap. Tidak apa-apa. Setidaknya saya senang telah mengetahui bahwa jika api ditiup, dia tidak pergi kemana mana. Ya anggap saja saya sedang berbagi kebahagiaan atas pertanyaan legendaris di masa kecil.

Salam saya..

RZ Hakim Hakim

/acacicu

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Rakyat biasa yang senang menulis. Tinggal dan berteduh di rumah singgah Panaongan - Jember.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?