Theofilus Ifan Sucipto
Theofilus Ifan Sucipto Mahasiswa

For I know whom I hope (2 Tim 1: 12) | Universitas Multimedia Nusantara 2014 | Journalist | Soccer | Running | Gadget

Selanjutnya

Tutup

Saya Benci "Terserah"

22 Februari 2012   10:09 Diperbarui: 25 Juni 2015   19:19 734 0 1

[caption id="" align="aligncenter" width="250" caption="Terserah"][/caption] Segelintir orang jelas tahu arti kata TERSERAH sekarang sudah menjadi kosa kata umum di kalangan masyarakat. Menurut anda, apa sih kata 'terserah?" . Jujur, kata "terserah" itu adalah kata yang paling saya tidak sukai. Sebab segelintir orang jika akan mengambil keputusan dan ditanya keputusannya akan menjawab 'terserah'. Contoh sehari-hari ; P ( Pria ) : Sayang, nanti malem mau kemana ? Jalan yuk .. W ( Wanita ) : Boleh, terserah kamu aja.. P: Loh ? Kok terserah aku... W: Kamu kan yang ngajak aku jalan.. P: Yaudah kita jalan ke Senayan aja ya... W: Nggak mau ah... P: Tadi kamu bilang terserah.. W: Aku nggak mau sayang... P: Yaudah kita ke Kelapa Gading aja.. W: Aku ga suka di sana sayang... P: Yaudah, kamu sekarang maunya di mana ? W: Terserah kamu aja sayang Bukankah itu membuat si pria naik darah ? Kalo boleh saya simpulkan, bahasa lain dari "terserah" adalah "gue gamau ribet mikirin gituan" . Pada kenyataanya, kata itu telah meracuni kosa kata masyarakat. Bila di tanya pendapat, selalu menjawab terserah. Setelah di beri keputusan, malah protes. Entah apa maunya. Lalu kenapa kata "terserah" tidak bisa hilang dari perbendaharaan masyarakat kita ?