HIGHLIGHT

Cuman di Saudi, Supir Taksi Lokal Menyamar ala Pendatang

23 Mei 2012 11:35:42 Dibaca :
Cuman di Saudi, Supir Taksi Lokal Menyamar ala Pendatang
Taksi di saudi dan penumpang wanita.

Entah karena privasi atau pelayanan, banyak penumpang taksi di Saudi, khususnya para wanita lebih memilih taksi yang dikemudikan oleh para pendatang atau sopir kebangsaan lain. Kebanyakan mereka enggan  naik taksi jika pengemudinya adalah orang Saudi. Nah karena masalah tersebut, makanya banyak para supir taksi asal Saudi yang akhirnya harus rela menyamar layaknya supir pendatang. Mereka tak segan-segan mengenakan pakaian tradisional ala negara supir pendatang, seperti berpakaian ala orang Pakistan, Bangladesh atau Yemen dan menyembunyikan identitas mereka demi menarik calon penumpang dan mengejar target setoran,he... Surat kabar Al-Riyadh, seperti yang dikutip saudi gazette, baru-baru ini mengadakan wawancara kepada sejumlah pria dan wanita dalam masalah ini dan menanyakan mengapa mereka menolak untuk naik taksi yang dikemudikan oleh supir Saudi. Mungkin keengganan para wanita saudi untuk memilih taksi yang dikemudikan supir sebangsanya ini hanya phobia dan didasarkan pada asumsi dan stereotip saja. Seperti cerita wanita berikut : "Setiap kali saya keluar dari pusat perbelanjaan saya menemukan sopir taksi Saudi berbaris untuk menawarkan tumpangan tapi saya menolak mereka dan mencari supir taksi kebangsaan lain. Untuk memastikan privasi saya dalam percakapan saya melalui telepon atau dengan teman saya mengendarai dengan saya, saya lebih memilih sopir yang tidak berbahasa Arab. Satu waktu saya duduk dengan seorang sopir taksi Saudi, ia mendengarkan percakapan saya dan bahkan menyela dan memberi saya pendapatnya, yang saya tidak meminta ! ".kata Jawhara Al-Dakhail. Banyak perempuan menolak untuk naik taksi dengan sopir taksi Saudi karena mobil mereka sering tercemar dengan bau asap rokok dan beberapa supir bahkan merokok saat mereka berkendara, suatu perbuatan yang bukan hanya  dipandang tidak sehat dan kasar,  juga dianggap berbahaya. Yang lain mengatakan sopir taksi Saudi kasar dalam berhubungan dengan pelanggan, sering membuat lelucon, lalai dalam menjaga  kebersihan mobilnya  dan sering meminta ongkos yang lebih tinggi dibanding para supir taksi pendatang. Hal tersebut memang hanya asumsi saja dan bersifat kontroversi, seperti yang diungkapkan warga Saudi Abdullah Al-Marzouq. "Banyak dari mereka yang mengkritik sopir taksi Saudi sebenarnya belum pernah mencoba sama sekali  dan hanya mengulangi apa yang mereka dengar dari orang lain. Setiap kali aku naik dengan sopir taksi Saudi, saya menemukan mereka bersikap sopan dan sangat membantu. Saya bahkan sering membayar mereka lebih, untuk mendorong pria Saudi untuk bertahan pada pekerjaan mereka. Adalah tanggung jawab kita untuk membantu saudara kita sendiri yang bekerja keras, tidak peduli apa pekerjaan itu, " Seorang Sopir taksi Saudi, Ayid, mengaku mengenakan pakaian tradisional dari negara Asia Selatan dan mengatakan ia menahan diri dari berbicara bahasa Arab dengan aksen aslinya sehingga penumpang mau naik taksi yang dikendarai dia. Ayid percaya supir Saudi hanya diperlakukan tidak adil dan dipandang stereotip saja. Sebagian besar mereka  hanya ingin memperoleh penghasilan dari usaha yang jujur. Ngomong-ngomong tentang taksi di Saudi, penulis pernah punya pengalaman pribadi. Waktu naik taksi dari Riyadh ke Jeddah yang lumayan berjarak cukup jauh sekitar kurang lebih 1000 km, kalau biasanya naik bus umum sekitar 13 jam atau bawa kendaraan pribadi sekitar 10 jam, nah waktu naik taksi yang dikendarai sama orang Saudi, jarak yang lumayan jauh tersebut ditempuh hanya dengan waktu antara 7 sampai delapan 8 jam. Kebayangkan, rata-rata berapa kilo meter perjam speed nya,he..... Nah, bagi yang bagi yang mau berkunjumg ke Saudi dan kebetulan mau menggunakan jasa mobil taksi, silahkan ditelaah berita di atas. Pada intinya di manapun kita, baik di Indonesia maupun di luar negeri, kalau mau naik taksi prinsipnya hanya satu : teliti sebelum dan sesudah menumpang, wassalam.

Kang Aboe

/aboebadik

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Mau santai boleh, mau serius juga boleh....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?