Mengenal Super Earth, Planet Kembaran Bumi

20 Mei 2017   22:10 Diperbarui: 20 Mei 2017   22:30 54 2 0

Planet super earth atau yang artinya bumi super adalah planet yang berada di luar tata surya kita. Para ahli astronomi menyebutnya demikian dikarenakan ukurannya. Planet ini mempunyai ukuran lebih besar dari Bumi tetapi lebih kecil dari planet Neptunus.

Mungkin kebanyakan orang beranggapan bahwa sistem planet di luar tata surya memiliki karakteristik yang sama. Namun sebenarnya tidak demikian. Dalam tata surya terdapat planet kebumian dan planet gas raksasa. Sedangkan pada sistem planet di bintang lainnya terdapat planet yang karakteristiknya berada di antara planet kebumian dan planet gas raksasa.

Salah satu contohnya adalah planet yang ditemukan pada tahun 2005 yang berada dalam sistem planet bintang Gliese 876. Sebuah bintang yang terletak di pusat sistem dan dikelilingi oleh planet-planet. Planet ini memiliki massa separuh dari massa Uranus dan lebih besar dari massa Bumi. Diperkirakan pada permukaan planet tidak terdapat air dalam wujud cair.

Selanjutnya pada tahun 2007, para ilmuwan menemukan planet yang ukurannya lebih besar dari Bumi. Terdapat 2 planet yang ditemukan di luar zona layak huni pada sistem planet bintang Gliese 581. Planet pertama bernama Gliese 581c yang terletak di tepi zona layak huni. Kedua adalah planet Gliese 581d yang terletak di tepi luar zona layak huni bersuhu dingin.

Dari situ timbul perntanyaan, apakah planet yang baru ditemukan tersebut sama seperti Bumi? Apakah lingkungan di dalam planet memungkinkan kehidupan bisa berkembang? Karena perbedaan massa planet juga bisa membuat sifat planet tidak sama seperti Bumi.

Planet-planet baru itu menjadi sebuah anomali, karena tidak ada planet dengan sifat seperti itu dalam tata surya kita. Dalam tata surya hanya ada planet kebumian yang ukurannya relatif kecil dan planet gas raksasa yang relatif besar.

Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars merupakan planet kebumian. Sedangkan Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus termasuk planet gas raksasa. Tidak ada planet kebumian berukuran besar atau pun planet gas berukuran kecil di tata surya.

Oleh karena itu, para astronom tidak dapat menentukan termasuk dalam kelompok apakah planet baru ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusinya adalah membuat kelas baru agar lebih mudah menggolongkan planet-planet itu.

Planet Super Earth

Kelas planet super earth didefinisikan hanya berdasarkan massa planet. Hal itu dikarenakan sulitnya memperoleh data untuk mengetahui komposisi dan susunan atmosfer planet. Letak planet yang begitu jauh menjadikan para pengamat hanya bisa mengamati planet-planet tersebut secara tidak langsung. Namun, para pengamat bisa mengetahui karakterisitk planet berdasarkan kombinasi hasil pengamatan transit dan kecepatan radial.

Pembagain kelas tidak memperhatikan jarak planet dari bintang induk dan komposisinya. Kelas planet super earth menempati kelas di antara planet kebumian dan planet gas raksasa. Planet super earth biasanya memiliki massa 1,5 sampai 0 kali massa Bumi. Jika planet memiliki massa lebih dari itu sedangkan komposisinya sama seperti Bumi maka diperkirakan termasuk planet mega kebumian.

Apabila dilihat dari ukurannya, planet yang masuk ke dalam kelas super earth mempunyai ukuran terkecil antara 0,8-1,25 diameter Bumi dan terbesar 2-4 kali diameter Bumi. Tapi yang menjadi acuan utama adalah massa planet itu sendiri.

Melalui massa planet dapat ditentukan apakah termasuk planet super earth atau tidak. Lalu bagaimana denagn karakteristik planet, apakah sama seperti planet kebumian dengan permukaan berbatu. Apakah benar demikian?

Planet yang memiliki massa yang berada dalam rentang massa planet Bumi dan Neptunus sangat menarik para ahli astronomi. Planet-planet yang seperti itu memiliki kemungkian yang lebih banyak dalam karakterisitk dan evolusinya. Namun yang pasti berdasarkan massa dapat diketahui perbedaan komposisi dan kerapatannya.

Dari hasil pengamatan transit bisa didapatkan data terkati massa dan ukuran planet. Melalui data itu , dapat diketahui kerapatan atau densistas planet. Setidaknya terdapat 4 kategori yang dibuat untuk membagi planet super earthberdasarkan densitasnya.

  1. Planet dengan densitas rendah, komposisi planet sebagian besar terdiri dari gas hidrogen dan helium.
  2. Planet dengan densitas menengah, memiliki kedua kemungkinan. Pertama sebagian besar terdiri dari air atau planet lautan.
  3. Planet dengan densitas menengah yang kedua mempunyai inti batuan yang diselubungi gas. Planet seperti ini dikelompokkan sebagai sub-Neptunus.
  4. Planet dengan densitas tinggi, dapat dipastikan komposisinya tersdiri dari batuan atau logam.

Untuk membedakan planet yang banyak mengandung air dengan planet gas adalah dengan melihat massa molekul. Apabila planet tersebut memiliki massa molekul 18 (massa molekul air) maka ia banyak mengandung air. Sedangkan jika massa molekulnya 1 (massa molekul hidrogen) maka bisa dipastikan termasuk planet gas.

Proses Pembentukkan dan Penemuan Earth Super

Proses pembentukkan planet super earth sub-Neptunus terjadi di batas luar garis beku. Maksudnya adalah planet tesebut terletak jauh dari bintang induk sehingga suhu pada zona itu menjadi sangat dingin. Sehingga terbentuk planet yang berasal dari gumpalan es dan gas dalam jumlah yang banyak.

Memang proses pembentukan super earth masih menjadi meisteri. Akan tetapi terdapat 2 hipotesa yang disampaikan oleh para astronom.

  1. Planet super earth yang bersuhu panas. Planet ini terbentuk di dekat bintang induk dan prosesnya berlangsung sangat cepat. Untuk bisa membentuk planet dibutuhkan massa batuan-batuan dalam jumlah sangat besar.
  2. Planet super earth yang bersuhu dingin. Planet ini terbentuk di daerah yang jauh dari bintang induk. Planet tersebut kemudian berpindah posisi mendekati bintang induk. Sehingga bisa ada planet gas yang berada di dekat bintang induk.

Para ilmuwan terus mencari planet yang bisa dihuni oleh manusia sebagaimana planet Bumi. Syarat pertama adalah planet tersebut harus berada di zona layak huni, sehingga bisa mempertahankan air dalam wujud cair. Selain air, perlu juga memperhatikan gravitasi, tekanan, dan kompisisi planet agar semirip mungkin dengan Bumi.

Diperlukan juga lapisan atmosfer yang dapat melindungi kehidupan di dalamnya dari bahaya radiasi bintang induk. Hal yang paling penting adalah suhu dipermukaan planet yang harus berada pada temperatur hangat agar manusia nyaman berada di dalamnya.

Para astronom sudah berhasil menemukan planet yang memiliki atmosfer pada exoplanet 55 Cancrie. Planet ini ternyata banyak mengandung gas hidrogen dan helium. Serta juga tidak ditemukannya jejak uap air pada planet ini.

Planet lainnya adalah GJ 1132b yang menerima radiasi dari bintang induknya 19 kali lebih besar dari radiasi Matahari yang diterima Bumi. Planet ini kemungkinan mempunyai struktur berbatu dan temperatur pada lapisan atmosfer teratas sekitar 260 ºC. Namun sayang, planet ini jauh lebih panas dari Venus.

Pada bulan April 2017, para astronom juga berhasil mendeteksi keberadaan atmosfer di planet GJ 1132b. Meskipun demikian belum diketahui dengan pasti bagaimana komposisi atmosfer pada planet tersebut.