HIGHLIGHT

Berburu Batu Mulia di Sungai Klawing

30 Agustus 2012 06:09:03 Dibaca :
Berburu Batu Mulia di Sungai Klawing
-

Purbalingga - Sungai Klawing merupakan sungai utama di Kabupaten Purbalingga yang juga merupakan sungai terbesar. Sungai ini membelah Purbalingga dari utara ke selatan. Bermula dari kaki gunung Slamet kemudian terus mengalir kebawah atau keselatan melewati beberapa kecamatan dan akhirnya bermuara di daerah Congot pada pertemuan antara Sungai Klawing dan Sungai Serayu.

Walaupun sekedar sungai, namun Sungai Klawing mempunyai potensi yang luar biasa. Diantara potensi-potensi yang dipuyainya adalah potensi batu mulianya. Sebenarnya bukan batu mulia kalau saya bilang, namun batu semi precious stone atau batu semi mulia yang banyak ditemukan di Kali Klawing. Beberapa waktu lalu penelitian gabungan dari ITB dan UNSOED menemukan beberapa jenis batu seperti Jasper, Crystal Quartz, Hematite, Heliostone, Citrine, dll. batu-batu ini mempunyai aneka warna-warni yang menarik dan setelah diproses bisa dijadikan hiasan, ukiran, permata, dll.

Setelah saya browisng-browsing di internet tentang Sungai Klawing akhirnya saya bersama teman saya sepakat untuk melakukan perburuan batu mulia di Sungai Klawing. Titik pertama perburuan kami adalah daerah pertambangan pasir dan batu/kerikil di sekitar bendungan Slinga, Kecamatan Kalikajar. Waktu kami kesana pas ada kunjungan dari Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo yang sedang meninjau pembangunan proyek bendung Slinga, jadi kami sempat terhambat sekitar satu setengah jam. kunjungan paling hanya satu jam namun memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, Indonesia.

Banyak sekali batu-batu kecil yang berserakan di sekitar kanan-kiri sungai. Saya harus cermat dalam melihat batu-batu tersebut karena beberapa batu yang bagus tertutup debu dan tanah sehingga tidak terlihat jelas warnanya. Kami menyusuri sepanjang sungai dengan menggunakan motor, jadi selain berburu batu juga sekalian offroad-an, hehe. Banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan disini seperti menambang, mencuci motor, memancing, menjaring ikan, dll. Batu mulia di sungai Klawing amat mudah ditemukan, berserakan disepanjang jalan berbatu yang kami lalui. Tampaknya masyarakat belum mengerti akan nilai ekonomi dari batu-batu sungai Klawing ini ya?

Sebelum batu dipilih, alangkah baiknya untuk membelah batu tersebut terlebih dahulu untuk melihat isi/warna yang ada didalamnya. Saya membelahnya menggunakan palu, karena terkadang batu yang dari luar terlihat bagus, belum tentu dalamnya bagus, begitu juga sebaliknya. Batu-batu kami cuci disungai supaya warna aslinya terlihat jelas. Sungguh indah, kami menemukan beberapa Jasper warna-warni seperti merah, oranye, hijau, biru, kuning, dan panca warna (warna dibatu lebih dari satu). Batu-batu kristal kuarsa yang bening dan tembus cahaya beragam warna yakni putih, bening, coklat, oranye, kuning, dan hijau.

Saya juga menemukan beberapa bloodstone atau istilah lokalnya nogosui. Batu ini mempunyai warna hijau tua dengan bercak-bercak merah seperti tetesan darah. Orang Prancis menyebutnya le sang du Christ atau batu darah Kristus dan digunakan sebagai lambang kebangsawanan bangsa Prancis. Selama ini batu tersebut baru ditemukan di India, namun sekarang ternyata sungai di kota kecil ini juga memilikinya. Potensi alam Purbalingga ternyata luar biasa!

Pemandangan di sepanjang sungai Klawing juga indah, airnya jernih sehingga ikan-ikan kecilpun terlihat. Di bagian hulu arusnya cukup deras sehingga sering dijadikan tempat untuk rafting atau arung jeram. Perburuan yang dimulai pukul 8 pagi akhirnya kami akhiri pukul 3 sore. Kami membawa pulang banyak sekali batu-batu mulia khas sungai Klawing, tinggal dipotong, dibentuk, gosok, dan poles, untuk kemudian dijual dengan harga tinggi.

Sayangnya pemerintah Purbalingga belum mulai mensosialisasikan manfaat dari batu-batu mulia yang berserakan di sungai Klawing ini kepada masyarakatnya. Bahkan batu-batu berharga tersebut ikut tertambang oleh penambangan batu dan pasir. Padahal jika masyarakat tau akan potensi batu daerahnya dan diberikan fasilitas oleh pemerintah, maka mungkin Purbalingga akan menjadi sentra batu mulia yang pamornya tak kalah dengan Pacitan, Banten dengan kalimayanya, dan Bacan dengan batu Bacannya.

Ditulis oleh : Abenx sagara (idiotraveler.blogspot.com)

Abenx Sagara

/abenxsagara

Saya menyukai hal-hal yang berbau eksotisme. semoga anda menyukai tulisan saya. http://idiotraveler.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?