Musang Sama
Musang Sama pelajar/mahasiswa

Ketika suara kebenaran telah diamputasi lidahnya, maka dendam akan selalu menganak-pinak

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Aku

27 April 2013   00:13 Diperbarui: 24 Juni 2015   14:32 120 2 0

Aku adalah puisi yang tak pernah usai dituliskan
Bagai embun pagi yang menetes menyakitkan
daun yang hijau, yang menggandeng erat pada dahan yang kokoh
seolah menolak kesejukanku.

Aku adalah lembaran kertas putih yang ternoda
aku adalah kegetiran yang terus melanda
tanpa hadirMu tak sanggup ku mendekapNya
yang penuh kasih...
yang penuh cinta....

Namun....
kehadiranMu kini menjadi erat
kau memelukku..
dengan mesra kau mencium ku
aku merasakannya....