Aku

26 April 2013 17:13:13 Diperbarui: 24 Juni 2015 07:32:34 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Aku adalah puisi yang tak pernah usai dituliskan
Bagai embun pagi yang menetes menyakitkan
daun yang hijau, yang menggandeng erat pada dahan yang kokoh
seolah menolak kesejukanku.

Aku adalah lembaran kertas putih yang ternoda
aku adalah kegetiran yang terus melanda
tanpa hadirMu tak sanggup ku mendekapNya
yang penuh kasih...
yang penuh cinta....

Namun....
kehadiranMu kini menjadi erat
kau memelukku..
dengan mesra kau mencium ku
aku merasakannya....

Musang Sama

/abeeq.com

Ketika suara kebenaran telah diamputasi lidahnya, maka dendam akan selalu menganak-pinak
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article