Lupakan Alfred Riedl!!

05 April 2012 18:21:05 Dibaca :

Salam Olahraga

Rencana PSSI Ancol mendatangkan Alfred Riedl kembali ke Indonesia untuk melatih Tim Ancol Selection mendapat respon beragam dari masyarakat sepakbola, ada yang menyambut baik bahkan antusias jika Riedl akan benar-benar jadi melatih Tim Ancol Selection. Ada juga yang menilai ini sebagai sebuah "gebrakan" PSSI Ancol untuk mendapat lebih banyak simpati publik, berhubung status PSSI Ancol sendiri masih, "gantung"(tidak jelas bahkan bisa MADESU atau tanpa masa depan).

Kembali ke Alfred Riedl, sebagai pelatih dia adalah pelatih berkarakter tegas dan berprinsip. Apalagi saat Riedl melatih Viet Nam, dia adalah sosok yang disiplin dan taat aturan. Tetapi kedisiplinan dan prinsip Riedl tergadaikan saat dia melatih Indonesia di Piala AFF 2010, Riedl seakan hilang keyakinan dan prinsip. Ya, di saat Indonesia lolos ke Final, Tim ini seakan-seakan sudah juara dan dengan pede nya sang ketua umum PSSI saat itu membawa punggawa Timnas ke berbagai acara (salah satu nya ke rumah Aburizal Bakrie), nah di sinilah seorang Alfred Riedl kehilangan prinsipnya dan juga kedisiplinan sebagai pelatih. Akibat acara-acara tidak jelas, Timnas di kalahkan Malaysia di Final 0-3/2-1 (agg2-4). Dan di sini pula sebagai pelatih Riedl telah gagal.
Dari sini respect saya terhadap Riedl berkurang. Kalo dia di sebut mengembalikan euforia supporter untuk mendukung Timnas kembali dengan permainan menghibur, saya katakan iya, tapi kalo Riedl di katakan pelatih sukses dengan Timnas saya rasa tidak. Riedl sama saja dengan Nandar Iskandar dan Ivan Venkov Kolev, sama-sama membawa Timnas ke Final di Tournamen yang sama di tahun yang berbeda. Cuma satu yang saya kagum dari Riedl, pesan dia sebelum meninggalkan Indonesia, dia berpesan kepada punggawa Timnas saat itu yang di wakilkan BePe dan Markus "Pemain, pelatih dan pengurus PSSI kapan saja bisa berganti, tetapi warna bendera dan lambang garuda akan tetap sampai kapanpun". Inilah pesan menurut saya yang belum bisa di cerna dengan baik oleh anak didik Riedl saat itu. SIAPAPUN PENGURUS PSSI, HORMATILAH DEMI BENDERA DAN LAMBANG GARUDA DEMI KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA KHUSUSNYA UNTUK TIM NASIONAL. Salah besar jika pemain lebih mementingkan klub dari pada TIMNAS, salah besar juga jika pengurus klub mementingkan kepentingan klub (pribadi) dan mengabaikan kepentingan TIMNAS.

Kembali ke topic, Jika benar PSSI Ancol berhasil memboyong Riedl untuk melatih Tim Ancol Selection, saya patut mempertanyakan pesan terakhir Riedl tersebut. Dan pantas jika saya sebut Riedl sudah kehilangan Prinsip taat aturan dan disiplin tinggi nya, sama saja Riedl dengan RD, dan saya akan bilang Lupakan Alfred Riedl!!

Koreksi jika salah, salam olahraga!!

Abe Bukan poison

/abe_merijane

Seorang yang bernama lengkap Taufik Akbar lahir di kota kecil di Bengkulu Selatan bernama Manna 02 juli 1986 silam. Sepakbola ibarat motto hidup saya, karena di dalam sepakbola mengandung nilai kehidupan yang sangat tinggi. Dan AS ROMA adalah klub yang membuat saya jatuh cinta pada sepakbola.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?