Kok bisa NTB kekurangan Guru PNS? Lantas Solusinya Gimana?

18 Juni 2017 13:18:27 Diperbarui: 18 Juni 2017 13:42:03 Dibaca : 1 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Kok bisa NTB kekurangan Guru PNS

Lantas Solusinya apa,,?

Sejak beberapa tahun saat ini, NTB adalah salah satu Provinsi yang cenderung cukup meningkat angka partisipasi siswa dalam hal mengenyam pendidikan. Tidak hanya siswa, tingkat partisipasi dari orang tua siswa juga dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. Namun tingkat partisipasi tersebut tidak dapat didukung oleh adanya sarana dan prasarana yang memadai ti tiap-tiap sekolah di semua jenjang pendidikan, tidak ikut ketinggalah juga dari segi guru yang ideal, pasalnya jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di NTB relatif cenderung masih sangat minim. Tanpa disadari hal ini akan mengakibatkan tingkat kesuksesan berlajar siswa akan cenderung jauh dari rata-rata dan hasil yang diharapkan.

            Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) NTB ( H. Muhammad Suruji) mengatakan: “ jumlah siswa kita untuk jenjang SMA dan SMK memang semakin tinggi, akan tetapi kita masih kekurangan 3.250 guru PNS di NTB ini.

            Dikarenakan tingkat partisipasi siswa untuk melajutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi cenderung terus meningkat tajam, pihaknya (Dikbut NTB) mengaku sudah mulai memperlayak beberapa sekolah yang berada di NTB, baik itu sekolah yang negeri maupun sekolah yang swasta. Tidak hanya sampai disana, sistem pada peraturan untuk tahun ajaran baru peningkatan partisipasi siswa itu akan disama ratakan melalui sistem zonasi. Dan adapaun yang paling penting untuk dicarikan solusi menurut Suruji (Kepala Dikbud NTB) adalah pemabahan kekurangan guru PNS tadi yang banyaknya 3.250 di seluruh kabupaten dan kota. Pak Suruji menegasakan, akan dilakukannya denagn cara mengangkat sekitar 5.200 guru melalui seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hal ini diyakini akan mampu menutupi kekurangan Guru PNS dan juga akan mampu meningkatkan kualitas dunia pendidikan di NTB.

            Berdasarkan data dari PGRI, jumlah guru PNS yakni 7 ribu orang, sedangkan jika dibandingkan dengan guru honorer sangat jauh berbeda yakni sebanyak 9 ribu orang. Kendati demikian, banyaknya guru honor ini dikarenakan kebutuhan akan tenaga pengajar, tidak semerta-merta ada begitu saja, apalagi guru produktif sangatlah dibutuhkan di khususnya pada SMK, ujar H. Ali Rahim ( ketua persatuan guru indonesia/PGRI NTB).

Dari sisi kualitas, Ali membeberkan, guru honor dan PNS hampir sama. Bahkan kecenderungan guru honorer yang masih muda lebih kreatif. Mereka kerap mengajar dengan teknik pembelajaran menyenangkan. Sehingga tidak jarang siswa lebih senang diberikan materi oleh guru muda. Namun terkadang mereka dibedakan. Di saat guru PNS mendapat gaji, mereka hanya melihat saja. “Memperihatinkan melihat kondisi guru honorer SMA/SMK sekarang ini,” sebut Ali. Ali meminta kepada pemerintah provinsi paling tidak membuatkan SK kepada guru honor. Sehingga dengan demikian, selain gaji guru honor jelas, juga tidak akan ada kekurangan guru.


KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL media

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana