HIGHLIGHT

Keong Racun Pun Meledak

30 Juli 2010 09:46:00 Dibaca :

Keong Racun akhirnya meledak, karena di blow-up oleh media massa. Media massa sebagai kekuatan keempat setelah lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, mampu membuat sesuatu yang dulunya tak dikenal menjadi terkenal di mana-mana. Itulah salah satu hasil blow-up dari media massa. Jadi, tak heran kalau banyak selebritis, politisi, hingga individu-individu tertentu memanfaatkan kekuatan media massa ini untuk meraih popularitas dan menaikkan citra atau imej. Dulu, zaman Pak Harto, media massa diredam, hingga tak bebas menyuarakan aspirasinya. Melalui wacana Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab, segala gerak-gerik media massa dipantau. Kalau ada yang melanggar wacana ini, pembredelan pun siap dilakukan terhadap media massa yang bersangkutan. Pak Harto sangat menyadari kekuatan media massa itu, hingga dia hanya mengizinkan satu media televisi dan membatasi penggunaan parabola pada masa kekuasaannya, serta memberlakukan SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers). Tujuannya agar masyarakat tak terkontaminasi dengan berita-berita dari luar. Tak aneh, jika media massa pada masa itu menjadi corong pemerintah. Pemberitaan media massa pada masa Orde Baru itu hanya berisi keberhasilan pemerintah dalam pembangunan. Rakyat pun tak pernah mendapat informasi tercela tentang pemerintah dari media massa. Semua sisi negatif pemerintahan tak pernah di-blow-up oleh media massa. Berbeda dengan penguasa sekarang. Media massa Orde Reformasi bebas sebebas-bebasnya, tanpa kendala. Rakyat bebas mendapatkan akses informasi tentang apa saja. Media massa bebas mengkritik kinerja penguasa. Bahkan hal-hal negatif dari suatu kebijakan penguasa akan sangat mudah di-blow-up. Jadi tak heran juga, kalau penguasa sangat jengkel dengan media massa, karena yang di-blow-up oleh media massa hanya sisi negatifnya semata, tanpa melihat keberhasilan yang sudah dicapai. Berkat kekuatan media massa itu pula, Jojo dan Sinta yang menyanyikan lagu Keong Racun di youtube tersebut mendadak terkenal di mana-mana. Media massa melalui fungsi agenda setting-nya mampu memilih mana yang ingin dia blow-up mana yang tidak. Apabila hal ini disadari penguasa, popularitas mereka pun bisa menyamakan si Keong Racun. Syaratnya, mereka harus dekat dengan media massa dan mampu membuktikan kalau mereka itu memang yang terbaik.

Abdi Husairi Nasution

/abdinst

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Sisiku yang lain bisa diobok-obok di www.yandakasyfi.blogspot.com dan http://yandanesia.blogspot.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?