HEADLINE HIGHLIGHT

Awas! Aksi James Holmes Bisa Menginspirasi

24 Juli 2012 16:10:46 Dibaca :
Awas! Aksi James Holmes Bisa Menginspirasi

Hari ini, Washington Post menurunkan satu artikel yang berjudul "Could Aurora, Colo., shooting suspect inspire copycats?". Artikel yang ditulis oleh Paul Farhi itu secara jelas menyebutkan bahwa pemberitaan kriminal yang terus menerus ditayangkan oleh suatu media dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat hal yang sama. Peristiwa penembakan massal yang dilakukan oleh James Eagan Holmes bukanlah yang pertama kali terjadi di Amerika, tapi sudah berkali-kali. Kekhawatiran itu memang beralasan, sebagai makhluk sosial manusia memiliki sifat meniru dan memiliki kemampuan belajar antara satu dengan yang lain. Sifat meniru dan kemampuan belajar itulah yang dapat memicu terjadinya aksi berulang tadi, yang bisa bersifat positif atau negatif. Biasanya, sang peniru atau copycat memiliki masalah yang sama dengan si pelaku kejahatan. Masalah itu dapat berupa rasa depresi, rasa sakit hati, dan kecewa terhadap lingkungan sekitar. Masalah psikologis itulah yang bisa memicu terjadinya aksi copycat tersebut. Adakalanya juga mereka memiliki rasa simpati dan empati terhadap si pelaku. Parahnya, ada juga yang menganggap bahwa sang pelaku kejahatan sebagai pahlawan mereka, sehingga menurut mereka aksi kejahatan seperti yang dilakukan oleh James Holmes merupakan jalan yang tepat untuk mengakhiri segala masalah yang mereka hadapi. Howard Zonana, seorang profesor psikiatri dan hukum dari Yale menyebutkan bahwa kita semua rentan terhadap pengaruh media. Bahkan Fox menyarankan kalau media harus membatasi jumlah informasi yang dilaporkan tentang tersangka kriminal. Namun sayang, saran pembatasan ini agaknya kurang mendapat respon karena pemberitaan tentang aksi James Holmes yang menembaki penonton di bioskop Century 16 selalu menghiasi headline media massa di Amerika Serikat dan beberapa belahan dunia lainnya. Malah, berita tentang pemuda berusia 24 tahun itu mengalahkan berita tentang pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung. Tindakan Holmes yang menyebut dirinya sebagai Joker musuhnya Batman untuk beberapa kalangan bisa dianggap sebagai tindakan orang yang sakit jiwa, pembunuh berdarah dingin, dan sang penjagal. Namun, untuk kalangan tertentu yang bernasib sama seperti Holmes, aksi gilanya itu bisa menjadi inspirasi untuk mereka.

Abdi Husairi Nasution

/abdinst

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Sisiku yang lain bisa diobok-obok di www.yandakasyfi.blogspot.com dan http://yandanesia.blogspot.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?