Ekuador dan Inggris, Ada Apa dibalik Perburuan Assange Wikileaks

17 Agustus 2012 17:06:05 Dibaca :
Ekuador dan Inggris, Ada Apa dibalik Perburuan Assange Wikileaks

Nasib Julian Assange pendiri wikileaks diujung tanduk setelah pemerintah Inggris bersikeras manangkap Assange yang telah mendekam secara aman selama dua bulan terakhir di kedutaan Ekuador di London, Inggris.

Mengapa pemerintah kerajaan Inggris bersikeras ingin menangkap dan mengekstradisi Assange ke Swedia lalu seterusnya diserahkan ke AS?

Assange dituduh pemerintah Swedia telah  melakukan perbuatan asusila terhadap sejumlah wanita Swedia dan pembocoran dokumen usang AS -namun tetap dianggap penting- seolah telah menampar wajah AS dimata dunia. Kebocoran tersebut merupakan pelanggaran terbesar dalam sejarah intelijen AS.

Bagaimana hubungan Inggris dan AS dalam politik dan kebijakan luar negeri masing-masing saudara sejati tersebut, tak akan ada yang meragukan lagi kedekatannya. Jadi bukan tidak mungkin AS telah menekan Inggris karena terlalu lama membiarkan seekor kelinci bermain-main di dekat kandang singa yang sedang lapar.

Seperti diketahui, sejak Mei 2012 lalu Assange melalui jaringannya telah memindahkan Assange ke kedutaan Ekuador di London. Keberadaan Assange di kedutaan besar Ekuador itu baru dapat dibuktikan Ingggris pada 19 Juni 2012.

Sejumlah fans wikileaks telah berada di depan kedubes Ekuador yang berada di 3 Hans Crescent London, pusat kota London, dekat plaza pemilik merek-merek busana terkenal dari Inggris. Keberadaan mereka di sana untuk memberikan dukungan moral kepada Assange dan Ekuador agar tidak berada dalam tekanan Inggris demi Assange.

Mengapa kedutaan negerinya pahlawan legendaris simon Bolivar yang menjadi tempat persumbinyaan yang paling aman? Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat membantu kita melihat apa yang sesungguhnya terjadi dalam "hikayat perburuan Assange Wikilieaks."

Ekuador, sebuah negera dengan penduduk tak lebih dari 16 juta jiwa ini meraih kemerdekaannya dari spanyol pada 24 Mei 1822. Negara berbentuk republik ini tergolong negara berkembang di kawasan Amerika Selatan dengan rata-rata income perkapita mencapai US $4500 pertahunnya.

Negeri kecil seukuran 283 ribu kilometer persegi atau empat kali lebih besar dari porvinsi Sumatera Utara ini meskipun telah lama merdeka namun tergolong lambat mencapai kemajuannya, hal ini disebabkan perseteruan dengan tetangganya Peru sehingga kehilangan beberapa luas wilayah terluarnya.

Selain itu salah asuhan semasa regim militer hingga tahun 1970-an juga membuat negara ini berada dalam tekanan internasional, hingga akhirnya pada 1982 berada pada puncak krisis ekonomi yang parah.

Sejak tahun 2006 hubungannya dengan AS menegang tatkala pemerintah menasionalisasikan beberapa perusahaan asing termasuk perusahaan minyak AS, Occidental.

Pada 2 Agustus lalu, Christine ibu Assange telah bertemu dengan presiden Ekuador rafael Vicente Correa Delgado   menanyakan soal kepastian nasib anaknya yang telah mendekam dua bulan di sana. Pada pertemuan itu presiden Correa memberi jaminan aman untuk Assange karena hal itu berkaitan dengan kesepakatan dalam konvensi Jenewa tentang privasi dan keamanan sebuah kedutaan bessar negara asing di sebuah negara manapun di dunia.

"Kami merasa ini tidak beralasan jika sebuah negara berdaulat telah membuat keputusan untuk memberikan suaka kemudian warga tersebut tetap dipakasa tinggal di kantor kedutaan untuk waktu yang lama," kata menteri luar negeri Ricardo Plantino. sumber : Di sini

Pada Juli 2012 lalu, pemerintah Ekuador melalui dubesnya di Swedia telah mempertanyakan soal bentuk kesalahan Assange kepada pemerintah Swedia .

Pada 16 Agustus pemerintah Ekuador yang (merasa) mendapat ancaman dari pemerintah Inggris akan menyerbut kedutaan tersebut, telah merestui pemberian suaka politik secara resmi kepada Assange dengan alasan kemanusiaan tentang kekhawatiran yang amat dalam terhadap seseorang yang belum jelas dalam tuduhan pemerkosaan di Swedia lantas akan mendapat hukuman yang amat berat jika diekstradisi ke AS.

Salah satu radio corong pemerintah Rusia, Voice of Russia hari ini (17/8) melansir berita dari sumber yang tidak disebutkan mengatakan bahwa menlu Platino menyatakan bahwa Venzuela, Argentina, Peru dan Bolivia telah siap  membela Ekuador dalam pembelaannya terhadap Assange. Sumber : Di sini

Di lain pihak, UU inggris telah diratifikasi soal kebebasan memasuki kedutaan negara asing dalam keadan terpkasa pada tahun 1986 setelah kasus penyerbuan kedutaan Iran pada 1984 saat seorang tentara wanita tewas ditembak oleh pihak kedutaan Iran. Jadi persoalan penyerbuan secara terpaksa di kedutaan besar Ekuador mungkin juga segera  dilaksanakan oleh kerjaan Inggris.

Berdasarkan data dan fakta di atas, apa sesungguhnya dibalik konsistensinya Ekuador melawan tuan rumah Inggirs sendiri dalam hikyat perburuan Assange? Apakah ada sesuatu yang menarik yang disimpan oleh Ekuador dan menjadi alat tawar-menawar Ekuador dengan Inggris, AS dan Swedia?

Ada apa dibalik perburuan Assange?

Sampai saat ini ada empat negara Amerika Selatan lainnya yang tergabung dalam organisasi persatuan negara Amerika Selatan (UNASUR) menyatakan membela Ekuador. Dari 12 negara yang tergabung dalam organiasasi tersebut secara implisit mendukung langkah Ekuador. Ada apa dibalik sikap melawan terhadap Inggris yang merupakan ketua negara persemakmuaran (Commonweatth Country) yang punya anggota sekarang (tersisa) 53 negara ?

Unasur yang dibentuk pada 2008 bertujuan mengintegralkan negara negara Amerika Selatan dalam formasi saling ketergantungan ekonomi negara anggota. Selain itu, tujuan lainnya yang tak kalah penting adalah bertujuan yang sama dalam saling menjaga dan mendukung solidaritas, kerjasa, budaya, perdamaian, keadilan dan menghormati pelaksanaan sistem demokrasi dan hak azasi manusia sesama negara anggota.

Salah satu negara yang masih menyimpan bara dendam api dengan Inggris adalah Argentina. Negara yang memiliki jumlah penduduk nomor dua terbesar setelah Brazil dalam organisasi Amerika Selatan ini kembali menuai asa untuk memiliki kepulauan Malvinas (Falkland) yang berada hanya puluhan mil dari Argentina tapi berada sejauh ribuan mil dari daratan Inggris setelah pemerintah Inggris menyatakan menutup setiap pembicaraan apapun tentang koloninya tersebut dengan Argentina.

Apakah ada pesan khusus Argentina melalui Ekuador agar Inggris membuka kembali celah negosiasi secara diplomatik melalui issie hikyat perburuan Assange ini? Yang jelas jika organisasi UNASUR yang memiliki totalitas penduduk mencapai 400 juta jiwa itu digabung tak akan mampu melawan secara ekonomi dan militer melawan 53 negara Commonwelath sebanyak 2,2 miliar penduduk.

Berdasarkan gambaran di atas kelihatannya tak akan ada perseteruan hingga melampai batas misalnya sampai terjadi peperangan antara geng yaitu antara Commonwelath dengan UNASUR. Paling tidak, negosiasi kepentingan Argentina dengan Inggris dalam hal Malvinas akan terbuka kembali diskusinya, atau juga Vezuela dengan AS  akan menemui titik temu tentang bagaimana AS mampu memberi jaminan eksistensi presiden Chavez menikmati kursi presidennya dengan damai pada periode yang terkahir ini.

Apa boleh buat, Assange pun kini harus menjadi sebuah benda penting untuk kepentingan di negara-negara yang kini sedang mempertaruhkan jati dirinya..

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Abanggeutanyo

/abanggeutanyo

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pengamat itu : Mengamati dan Diamati
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?