Paradigma Komunikasi Politik

17 Oktober 2013 09:38:24 Dibaca :

· PARADIGMA AKSI-REAKSI



Paradigma aksi-reaksi dapat dianalogikan sebagai hubungan sebab-akibat, bahwasanya suatu aksi dapat memicu timbulnya reaksi tertentu. Adapun reaksi muncul sebagai timbal balik reaksi.
Dalam kajian komunikasi politik, pemikiran aksi-reaksi adalah studi tentang pola-pola aksi dan reaksi antarnegara berdaulat melalui para elit pemerintah. Paradigma aksi reaksi ini identik dengan kegiatan diplomatik dan militer,baik dalam bentuk hubungan kerjasama maupun adanya konflik.


Paradigm aksi-reaksi yang dianut oleh bangsa Indonesia meliputi beberapa tahap. Awalnya, para pembuat kebijakan merumuskan, membuat, dan menetapkan tindakan, berdasarkan masalah yang ada di lapangan. Dalam merumuskan tindakan tersebut, para pembuat kebijakan tidak perlu melakukan pengkajian terhadap masalah yang terjadi di lapangan tersebut. Bahkan masyarakat pun memberikan istilah “Muncul masalah, baru melakukan tindakan”. Beberapa kasus yang terkait dengan istilah tersebut, antara lain: kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak), proses berlangsungnya Pilkada, demonstrasi, dan masalah ketahanan pangan. Keempat kasus tersebut adalah sebagian kasus yang penanganannya menggunakan paradigma aksi reaksi.
Penelitian dan Pengembangan (Litbang) memliki peranan yang besar dalam menentukan pengaruh kebijakan terhadap pengembangan negara. Selain itu, peranan Litbang dapat memperkecil terjadinya paradigma aksi-reaksi tersebut. Bahkan beberapa negara maju sangat memberikan perhatian terhadap peranan Litbang dalam membangun negaranya, sehingga mereka tidak sayang dalam mengalokasikan anggaran dana yang sangat besar untuk kegiatan Litbang. Sebaliknya, Litbang di Indonesia hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar 1% dari APBD. Oleh karena tidak mengherankan bila Litbang di Indonesia sulit berkembang jika dibandingkan dengan negara lainnya.


Lembaga Litbang sebenarnya telah menyusun perencanaan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, bahkan saat mendatang. Tidak hanya itu, Litbang juga sudah menyediakan solusi penanganan dari permasalahan-permasalahan tersebut.. Namun, sekali lagi hasil kajian tersebut sama sekali tidak dilirik oleh pemerintah dan hanya menjadi sampah, serta disimpan dibawah meja saja. Hal inilah yang kemudian menjadikan kebijakan atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah hanya berefek sesaat sesuai dengan paradigma aksi-reaksi. Misalkan terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa melakukan aksi demo bukan tanpa alasan, bahkan mereka berani membeberkan kelemahan-kelemahan pemerintah yang bisa menghancurkan masa depan bangsa Indonesia. Semenjak ada demo mahasiswa tersebut, pemerintah mulai menunjukkan reaksinya, mulai dari mengintrospeksi dirinya, meminta maaf, bahkan sampai pada tahap bersaha untuk memberikan solusi sebagai jawaban atas protes dari demonstrasi mahasiswa.



NAMA : A.ALI BAHRI


NIM : 2012210088


PRODI : Administrasi Negara

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?