Halim Malik
www.kompasiana.com/Unik
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 236 artikel |
| Komentar | : | 6085 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Sebagian penulis di dalam gerakan Green memandang pertumbuhan sebagai masalah utamanya. Tatanan yang ada sekarang dijadikan dasar didambakannya dan tak terhindarkannya pertumbuhan, termasuk pertumbuhan ekonomi, ...
Kelompok/cabang lainnya di dalam tulisan Green adalah tinjauan teknologi, menunjukkan bahwa pembangunan teknologi tanpa kekangan (unbridled), jauh dari membawa keuntungan tak terbatas untuk kemanusiaan, menciptakan ...
Walaupun eko-sosialis memandang masalah tersebut dari segi kapitalisme, eko-anarkis memandang dari segi struktur-struktur dominasi dan kontrol, eko-feminis memandang masalah dunia yang sakit (insane) secara ekologis ...
Posisi yang agak bertentangan dengan eko-sosialisme diambil oleh eko-anarkis. Mereka menegaskan bahwa krisis ekologi merupakan akibat dari struktur dominasi dan kontrol yang ditunjukkan oleh pemerintah, ...
Aktivis eko-sosialis berpendapat bahwa krisis ekologi pada dasarnya merupakan akibat dari kapitalisme. Sebagai kelanjutan dari analisa Marxist (In extension of Marxist analysis), pertumbuhan dan industrialisasi ...
resah telah meruah degup membasah membidik rasa di titik tersunyi . telah punah segala asa yang dinanti takkan ada berikrar getir ‘hampa’ sepiku kekal . takdir mendekat hangat pudar terdekap erat khusyuk terasa . esok pun ‘kan tetap sama waktu ...
tak terasa empat dua tiga nol hari telah berlalu menancap sendu pada mimpi sunyi nan beku * pujaan! kau tak jua datang walau jujur aku sangat mengharap namun aku takkan memaksa sebab itu ‘kan menyiksa * walau ...
hari ini aku datang khusus untukmu bersenandung bersama cahaya senja dengan segala harap dan cemas hembuskan serumpun doa pada-Nya doa bening untuk kesembuhanmu ~ “Yaa rabban naas, adzhibil ba’sa, isyfi antasy ...
kau membelah langit… hujan cahaya memancar laksana kilau intan berlian semua planet bergelantungan di sana tak kau belah pun, langit tetap menjadi jendela bumi * cukup cahayanya yang memancar dari kejauhan cahaya ...
dulu… kau melukisnya ‘kau lembayung, dia senja’ dalam untaian rasa yang setia * tak ada prahara angin sepoi basah nikmat membuai desah pasrah! walau damai resah * entah siapa yang memulai seketika titian rasa bercabang dua terapung ...