Ali Muchsin
www.kompasiana.com/SiMeneKetehe

Hanya sebutir pasir di hamparan padang tandus..
Kompasianer sejak:
23 March 2011
Tulisan : 32 artikel
Komentar : 21 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan
Terbaru

Puisi

“Hasrat(ku)”

Aku menoreh noreh, aku mencari di tubuh malam tak henti menari Persetubuhan, perseteruan menganyam rindu tak terbelah Akh, ku cicipi helai demi helai setiap erangan yang membungkam mata Di lengguh ...

FIKSI | 23 November 2011 16:23

32   0   dibaca Nihil

Puisi

Masygul

Mencumbu sunyi yang gelinjang, mendekap malam resah Terjebak paruh bulan diantara deretan awan, aku seperti menuai cahaya di balik punggung hujan Diceruk wajah gemintang, geriap satire menoreh kabut Perlahan mengendap menuju ...

FIKSI | 13 November 2011 02:21

22   0   dibaca Nihil

Puisi

Liku Laku Lukai “Ku”

Membumbung lalu memutar, setiap sejarah juga jejak jejak puisi luka yang kemudian kembali menjadi serupa tabir,  yang katanya takdir. Seperti kita tengah menanam benih benih cinta ...

FIKSI | 12 November 2011 01:15

24   2   dibaca Nihil

Puisi

Perawan

Masih seperti kemarin ketika pertama kita, sama menyemai putik mimpi, diantara barisan mega yang menghampar, Masih seperti kemarin, di tempat ini berpijak Tempat dimana kita pernah menyulam sebaris sajak yang tak rapuh Masih ...

FIKSI | 8 November 2011 04:49

55   2   dibaca Nihil

Puisi

Tanpa Rupa (Ku)

aku pernah menginginkan tuhan dalam diri aku pernah memahat seribu wajah di cakrawala aku pernah menggamit bintang menyematnya di hati dan, sekarang tak !! jika usai takkan kubawa mimpi dalam ...

FIKSI | 8 November 2011 03:48

22   1   dibaca Nihil

Puisi

Mencari-Ku

Sepasang mata ku terawang, Menembus pekat pekat hitam Di lemah langkah yang meradang semakin menyeret  dalam kelam Semakin jauh tak terbilang Meniti waktu di nafas lebam Lalu terkapar  di sudut petang Mengunyah ...

FIKSI | 8 November 2011 02:38

16   2   dibaca Nihil

Puisi

Aku Pisau

Purnama kusam berbalut duka, lamat lamat cahayanya menyentuh bumi seperti gemericik sumbang kidung tralala, begitu menyayat,  begitu dalam menyentuh kalbu, dan aku terjaga dari kekaburan mimpi akh… rupanya ...

FIKSI | 8 November 2011 01:06

15   1   dibaca Nihil

Puisi

Distorsi

Matahari tak lagi menguning cahayanya kian redup naungi langkah mega mega lekat menghalau pandang di hembus buaian angan ;jiwa terlempar dalam gersang Di sudut sana sini, badari asyik mengunyah mimpi bestari lupa ...

FIKSI | 6 November 2011 23:00

51   6   dibaca Nihil

Puisi

Aku di Antara Waktu

Lukisan hati yang terlantun dari senandung jiwa Hitam - putih Menjelma embun yang mengurai resah tika mentari mencuri sejuk dari taman taman indah Dan, Serupa pisau yang menyayat Ketika lidah tak lagi menjadi ...

FIKSI | 13 October 2011 11:19

30   2   dibaca Nihil

Cermin

Sinopsis In The Subconscious

Semburat jingga di ufuk barat taburkan kilau keemasan, kian memapah hari menuju senja, burung burung berhamburan melintas di bawah naungan mega yang bergumul saling memagut, ...

FIKSI | 13 October 2011 11:04

33   0   dibaca Nihil
1 2 3 4 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: