Rustan Ambo Asse
www.kompasiana.com/7naj-az
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 214 artikel |
| Komentar | : | 772 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Kita semua memiliki fitrah kemanusiaan, sama-sama memiliki akal,hati, dan nafsu. Akal dan hati akan menarik kita kepada cinta, keikhlasan, rasa syukur, dan tentu saja pada akhirnya menuju ...
Di luar sana matahari sangat terik aku duduk di sebuah ruangan kecil, sunyi. Hanya pikiranku saja yang sangat sibuk memikirkan banyak hal, termasuk pohon-pohon kelapa yang ...
Kekuasaan itu dibeli banyak cara tentunya, mulai dari membeli pikiran,hati, hingga pada akhirnya keberpihakan pada si pembeli kekuasaan ketika menyaksikan Indonesia tumbuh dengan demokratisasinya sejak orde reformasi, ...
setelah menatap masa lampau terlalu banyak bunga yang mekar cinta berserakan pada setiap jengkal waktu bukankah kita telah menghirup setitik kebebasan, dan itu sudah cukup di layar-layar kaca bangsa ini ...
Sepanjang mata memandang, kita kerap merasa berada di tengah kota tua. walau setiap perkotaan sering mengidentikkan dengan hiruk pikuk kemacetan. Jogya tampil dengan kota yang ...
Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu kesimpulan, bahwa seseorang akan tetap survive dan sukses dalam hidupnya jika saja dia memiliki keterampilan atau Skill Kahar, pria ...
Anak-anak Bajau, seringkali membuat kita kagum. Demikian fenomena yang nampak di sebuah desa di kecamatan Maratua Kab. Berau Kaltim. Adalah teluk Alulu, Satu-satunya kampung yang ...
perempuan ini berkata: hatiku sudah berdarah setelah rahimku kau khianati dengan rahim-rahim di luar rumah Hatiku sudah sering berdarah setelah aku tak bisa lagi mendengar puja-pujamu Lelaki itu berkata: Kita ...
Kopi di gelas itu mengepulkan asap,aromanya kembali menyegarkan perasaan seorang lelaki yang nampak gelisah. Sesekali dia mengisap sebatang rokok yang terselip di jemarinya, asapnya dia ...
Aku menatap jauh di ujung jalan Di seberang sana kerap kali dirimu muncul. Dulu, setiap senja mengantarmu pulang ke rumah. Seringkali dirimu kuperhatikan, tubuhmu yang ringkih ...