Rustan Ambo Asse
www.kompasiana.com/7naj-az

TERVERIFIKASI

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin makassar,sekarang bertugas sebagai dokter Gigi PTT di provinsi Kalimantan Timur.
Kompasianer sejak:
20 December 2009
Tulisan : 214 artikel
Komentar : 772 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan
Terbaru

Cerpen

Negasi Cinta

Dia menatap saya dengan mata berbinar-binar, sorot matanya memberikan isyarat bahwa dia akan menceritakan sesuatu yang sangat rahasia. Mungkin hanya kepadaku dia akan menuturkan kisahnya.      ...

FIKSI | 13 November 2011 23:58

49   0   dibaca Nihil

Puisi

ketika kaum muda kembali bersumpah

Ijinkan aku memeluk sejuk di pagi hari menantang matahari yang keluar di balik daun-daun dan ranting   aku ingin mencicipi langkah lampau yang pedih karena di situ aku sering ...

FIKSI | 28 October 2011 19:39

13   0   dibaca Nihil

Sosbud

Menatap Jiwa sederhana di Teluk Sumbang

                                saya duduk di bagian dalam perahu, laut masih tenang hanya ambak-ombak kecil yang terkadang mengayun perahu yang kami tumpangi.   Di samping saya bersandar duduk seorang ibu ...

REP | 28 October 2011 19:19

47   0   dibaca Nihil

Puisi

Rahim-rahim Berdarah

perempuan ini berkata: hatiku sudah berdarah setelah rahimku kau khianati dengan rahim-rahim di luar rumah Hatiku sudah sering berdarah setelah aku tak bisa lagi mendengar puja-pujamu Lelaki itu berkata: Kita telah ...

FIKSI | 27 October 2011 11:43

56   1   dibaca Nihil

Politik

bahasa tubuh

Percaya atau tidak, inilah yang berlaku umum, paling tidak saya sendiri percaya demikian adanya.   Bahwa setiap orang yang berkata jujur akan diikuti dengan gerak tubuh, mimik ...

REP | 27 October 2011 10:45

82   1   dibaca Nihil

Puisi

Ketika Gerak Itu Menyempurna

kubelikan engkau kelak sebuah harmonika yang setiap saat kau lantunkan suaranya yang merdu sesekali menyayat kau mengajariku sebuah petuah bijak bersedihlah dihadapan seseorang yang muram nada-nada itu akan engkau tulis ...

FIKSI | 27 October 2011 08:35

19   1   dibaca Nihil

Cermin

Menata pertemuan

Aku menatap jauh di ujung jalan Di seberang sana kerap kali dirimu muncul. Dulu, setiap senja mengantarmu pulang ke rumah. Seringkali dirimu kuperhatikan, tubuhmu yang ringkih ...

FIKSI | 24 October 2011 21:44

33   0   dibaca Nihil

Puisi

Para Penikmat Dunia

ada banyak cara menikmati hidup seorang petani sumringah memanen padinya di sawah, bulir-bulir adalah nafasnya ada seorang bocah memikul koran, menawarkan pada setiap mereka yang lewat, tubuhnya ...

FIKSI | 29 September 2011 00:52

38   2   dibaca Nihil

Puisi

Puisi Malam

aku ingin mengajak anak-anak kita duduk di serambi rumah sambil menatap bulan. Lihatlah di langit di sana banyak keteduhan, bintang-bintang saling menyinari jika esok hari kalian masih menengok ...

FIKSI | 27 September 2011 23:13

40   2   dibaca 1 menarik

Filsafat

Surau

Sore itu suara azan magrib menggema dari sebuah surau, ibu-ibu bergegas dan menuntun anak gadisnya memenuhi panggilan sholat, dan dari rumah-rumah panggung sederhana bermunculan para pria ...

REP | 13 September 2011 10:09

45   3   dibaca 1 menarik

Subscribe and Follow Kompasiana: