Launching Buku Tuhan Maha Asik; Sujiwo Tejo & DR.MN Kamba

02 Desember 2016 15:50:28 Diperbarui: 02 Desember 2016 16:54:19 Dibaca : Komentar : Nilai :
Launching Buku Tuhan Maha Asik; Sujiwo Tejo & DR.MN Kamba
Sumber: www.bukukita.com

"Lewat kisah-kisah singkat dan berbagai analogi yang mengena, Sujiwo Tejo mengajak kita meluaskan hati dan pemikiran untuk menampung ide tentang ketuhanan dan keagamaan yang lebih lapang, dan tentunya yang lebih asyik."

Dee Lestari, penulis dan penyanyi




Tuhan sangat asik ketika DIA tidak kita kurung paksa dalam penamaan-penamaan dan pemaknaan-pemaknaan. DIA tak teridentifikasi, tan keno kinoyo ngopo. DIA tak termaknakan. DIA ada sebelum definisi dan makna ada. Tuhan itu anti mainstream.Tuhan itu Maha Asyik ketika kita men-Tadaburi-Nya, bukan me-logikakan-Nya. Dengan mencampakkan kesombongandan taqlid kepada kerendahan hati. Ke manapun kita memandang, di situlah wajah Tuhan

Sumber: www.kompasiana.com
Sumber: www.kompasiana.com

Sebagai bangsa berketuhanan yang Maha Esa, saat berniat melakukan reformasi atau islah, ternyata kita melupakan yang paling-atau minimal termasuk yang paling pokok, yaitu mereformasi pandangan kita tentang Tuhan. Ketika kepentingan duniawi  menguasai dan menyibukkan kita, berangsur-angsur Tuhan pun 'tersisih' dari perhatian kita.

Kita merasa cukup sudah bertuhan hanya dengan doktrin yang kita dengar dari mulut ke mulut atau teks yang kita baca. Berpikir--seperti yang sering dianjurkanNya--jarang kita lakukan sebagai upaya lebih mengenalNya.  Banyak orang bertuhan tanpa mengenal Tuhan dan tanpa berusaha mengenalNya. Bahkan belakangan karena presepsi dan tingkah-laku mereka ini, Tuhan pun terkesankan 'Maha Menyusahkan' atau 'Maha Pemarah' dan agamaNya terkesankan sulit dan berat.

Dalam beriman membutuhkan cara berpikir, bertindak, bernalar yang santai. Tuhan Mahatahu dan Maha Rahim  karena sifat  Tuhan seperti itu dia tidak mengadili orang berdosa. Beriman dengan santai berarti beragama secara otentik  yakni  orang jujur dirinya dan Dia  tidak  memanipulasi  keberagamaan yang hanya mencari untung dirinya sendiri. Beriman adalah  belajar melihat realitas dunia bukan sisi gelap dan terang. Beriman memberi dirinya bagi terciptanya damai yang sejati.

Keberimanan berarti membangun kesadaran. Membangun kesadaran keberagaman harus menjadi prioritas. Keberagamaan jangan sekadar berwajah kesalehan individual, tetapi juga sosial. Kaum beragama tidak boleh menghardik umat dari agama lain. Itulah wajah agama yang manusiawi karena berorientasi altruistik, bukan egoistik. Maka, tiap ibadah harus lebih dilandasi sikap hati yang tulus untuk memberi penghargaan terhadap martabat kemanusiaan.

Beriman berarti mencinta kehidupan  karena kehidupan adalah  rahim cinta. Dia memberikan dirinya bagi kebahagiaan sesama karena beriman secara sukarela bukan model paksaan. Agama sejati mengajak setiap orang berperilaku jujur dan mau mengampuni. Tuhan Mahabesar. Seorang beriman tidak bisa diukur dari panjangnya doa, dari hal-hal formalisme. Tuhan hanya menginginkan manusia selalu mencintai dengan kesadaran dan menghilangkan kecurigaan dan kebencian.

Buku Tuhan Maha Asyik menggambarkan konsep mengenal Tuhan secara menyeluruh (holistik), yang notebene membutuhkan pengkajian dan pemahaman mendalam, namun di buku ini di sajikan secara “renyah” dan mudah dimengerti dalam bentuk dialog kanak-kanak sehari –hari, dan kontekstual dengan kebudayaan masyarakat Indonesia, khususnya budaya spiritual. Lewat kisah-kisah singkat dan berbagai analogi yang mengena, buku ini mengajak kita meluaskan hati dan pemikiran untuk menampung ide tentang ketuhanan dan keagamaan yang lebih lapang, dan tentunya yang lebih asyik.

Siapapun dan apa pun latar belakang paham keagamaannya, selama masih punya hati, akan mendapatkan pencerahan dalam pemahaman keagamaan dan akan memandang bahwa keberagaman dalam beragama adalah suatu keniscayaan yang sebetulnya mampu menciptakan keindahan dan harmoni dalam kehidupan dari buku ini. Buku yang asyik karena membicarakan “wajah Tuhan” dengan cara memuliakan Tuhan Yang Maha Asyik dan menyeret kita untuk menthawafi pengalaman Tuhan yang mengasyiki hamba-hamba-Nya.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Rabu, 21 Desember 2016 

Waktu : 19.00 – 21.00 WIB

Tempat : Galeri Indonesia Kaya; Grand Indonesia-Wset Mall lt 8 - JAKARTA 

Sumber: kumpulbocah.indocharity.org
Sumber: kumpulbocah.indocharity.org

Narasumber :

  • Sujiwo Tejo (Penulis Buku)
  • Dr. M. Nursamad Kamba (penulis buku)
  • Keynote Speaker: Drs Lukman Hakim S (Menteri Agama Republik Indonesia) dan Dedy Mulyadi (Bupati Purwakarta) 
  • Moderator : Inayah Wahid 
  • Undangan VIP: 50 orang

Audiens umum: 100 orang

Sumber: www.bukukita.com
Sumber: www.bukukita.com



Aymara Ramdani

/4ym4r4

Sebebas Camar Kau Berteriak Setabah Nelayan Menembus Badai Seiklas Karang Menunggu Ombak Seperti Lautan Engkau Bersikap Sang Petualangan Iwan Fals
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL media
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article