HIGHLIGHT

Ini Dia Kompasianer yang Banyak Dikagumi Pembaca

28 Mei 2012 17:16:50 Dibaca :
Ini Dia Kompasianer yang Banyak Dikagumi Pembaca

Illustrasi : Group waww.facebook.com

Kekaguman seseorang kepada orang yang lain adalah hak pribadi yang semestinya kita tak boleh melarangnya, sebatas kekaguman tersebut karena ada prestasi positip yang bisa kita ambil sebagai pelajaran diri. Kita berinteraksi di Kompasiana ini sah saja bila ada penulis yang menuliskan kekagumannya kepada penulis yang lain, entah karena tulisannya menarik hati, entah karena semangatnya dalam menulis, entah karena usianya masih muda atau sudah tua. Sudah banyak tulisan-tulisan dari para sahabat Kompasianer yang membuat kita menjadi tahu dan ikut kagum bahkan mendukung, bila ada yang menuliskan profilnya dengan segala yang ia ketahui. Semestinya kita jangan berpikiran dan berprasangka buruk terlebih dahulu kepada orang tersebut, apalagi kalau belum kita kenal sama sekali, kecuali hanya tulisannya saja. Belum tentu orang yang sering kita anggap JAHAT dan SOMBONG, ketika sudah bertemu ternyata dia BAIK SEKALI. Di Kompasiana ini pada prinsipnya setiap PENULIS adalah SAHABAT, walau belum kenal dan belum bertemu di dunia nyata. Bahkan sering terjadi PERDEBATAN seru di berbagai lapak, anggap saja mereka sedang saling berkenalan. Ada yang langsung akrab, namun ada yang membutuhkan waktu lama. Bukankah lebih baik BERMUSUHAN dengan orang pintar, daripada berkawan dengan orang BODOH bin BEBAL?

Illustrasi : Blogernas.facebook.com Dan inilah Kompasianer yang banyak dikagumi pembaca, entah lewat berbagai komentarnya, in box langsung kepada penulisnya, maupun dilontarkan lewat berbagai jejaring sosial yang ada. - Kompasianer ini patut dikagumi, walau menulis dengan HP jadul, semangat menulisnya sangat bagus, hampir tiap hari melahirkan tulisan-tulisan baru nan segar, ada yang nangkring di etalase HL maupun TEREKOMENDASI, tapi ia tak perduli, terus menulis apa saja yang ia tahu bahkan semua kanal pun pernah disinggahi tulisannya. Sungguh patut dikagumi! - Kompasianer ini patut dikagumi, walau setiap hari bekerja untuk dunia nyata namun tak pernah lupa untuk menulis di Kompasiana ini. Komentarnya banyak bertebaran di berbagai lapak para sahabat maupun yang belum menjadi sahabatnya.  Ia tak perduli komentarnya di balas atau tidak, ia tak mengharapkan tulisannya harus dibalas untuk dikomentari, yang jelas memang ia suka memberi semangat dalam berkomentar, maka sungguh layak kalau ia  dikagumi! - Kompasianer ini patut dikagumi, walau jarang menulis artikel, tapi RAJIN BERKOMENTAR di hampir semua lapak yang bertebaran setiap menitnya ini. Tapi sekalinya menulis artikel, pembelinya pada ngantri minta dilayani. Beliau sangat ramah dan telaten menjawab para fansnya itu dengan suka ria. Kalau ingin lapak Anda ramai, undang beliau dan ajak saja ngobrol, pasti dah lapak Anda akan meriah sekali.  Maka ia pantas kalau dikagumi!

Illustrasi : Group PHI. facebook.com

- Kompasianer ini patut dikagumi, walau lapaknya kosong, maklum belum kulakan dagangan, tapi sering mampir ke lapak-lapak sahabatnya, menyapa dengan hangat, memberi salam dengan semangat bahkan memberi vote dengan pertamax. Sungguh patut dikagumi sapaan ramahnya itu! - Kompasianer ini patut dikagumi, walau pic-nya seperti itu, tapi jelas dia Kompasianer yang tidak perlu dicurigai sebagai akun kloningan, sebab sudah banyak yang mengenalnya dengan baik. Beliau sangat familiar menyapa, juga cukup rajin menorehkan kata-kata. Ia tak membedakan dalam bersahabat, ia tak mudah menuduh dan memprovokasi Kompasianer yang lain untuk menghasut dengan kata-kata KAFIR. Sungguh ia layak dikagumi! - Kompasianer ini patut dikagumi, walau berada nun jauh di luar negeri, tapi masih sering mengabarkan keadaannya di sana untuk kita semua. Sering beranjangsana ke berbagai tulisan Kompasianer yang lain, sekedar say hello atau tertawa riang. Tulisan-tulisannya tentang luar negeri dimana ia tinggal merupakan sumbang sih yang sangat informatif bagi para pembaca, ia layak dikagumi sebagai juru warta warga yang berjasa membagikan pengalamannya itu tanpa rekayasa. - Kompasianer ini patut dikagumi, walau berada jauh dari tanah air, tapi masih sempat berkomentar panjang lebar dan santun. Serta tak segan-segan membagikan pengetahuannya tentang negeri di mana saat ini ia menetap. Ia begitu jujur menceritakan apa adanya tentang negeri dimana ia menetap saat ini, baik ia tulisakan baik, buruk ia katakan buruk. Kejujurannya ini patutlah kita kagumi, sebab ia tidak emosi dalam berdialog bila ada sesuatu yang janggal dalam laporannya itu.

Illustrasi : Group PHI. facebook.com

- Kompasianer ini patut dikagumi, walau suka begadang tapi ia masih bisa membuat mereka yang bangun tidur dan buka Kompasiana langsung ngakak. Tak segan menyapa sahabat lainnya maupun menjawab segala pertanyaan di lapaknya. Ia sangat periang hingga banyak orang suka nongkrong di lapaknya sambil bercanda penuh tawa. Sahabatnya banyak, tak membedakan Suku, Agama, dan Ras, semua dilayani dalam komentar yang bersahaja dan penuh canda, namun serius pun ia layani. - Kompasianer ini patut dikagumi, karena tulisannya menggairahkan dan menginspirasi pembaca walau usianya masih muda, ia tak ragu-ragu untuk berkarya. Walau banyak yang meragukan usia yang sebenarnya, ia pun tersulut emosinya dan kita yang bijaksana jadi tahu sejauh mana usianya berada. Lepas dari itu semua, ia patut dikagumi sebagai penulis muda penuh potensi, walau masih menggunakan jurus KUTISANI (Kutip Sana Sini), namun mampu merangkainya menjadi tulisan yang ringan berisi. - Kompasianer ini patut dikagumi, karena murah hati untuk men-DELETE komentar para sahabatnya yang tidak mau tertawa bersamanya. Apalagi kalau ada komentator yang murah hati MEMAKI dirinya, maka ia pun MURAH HATI untuk balik memakinya, bahkan berhari-hari. Ia patut dikagumi, sebab kosa kata-kata kasarnya cukup banyak dan bisa menginspirasi Kompasianer yang ingin MISUH-MISUH dengan aman. - Kompasianer ini patut dikagumi, karena tidak tahu di Kompasiana sudah TIDAK ADA RUBRIK AGAMA tapi masih NGOTOT NULIS TENTANG AGAMA. Barangkali beliau sudah kecanduan agama, hingga lupa kalau banyak yang suka BOLA juga. Bisa juga, beliau memang tengah menjalankan perintah agamanya agar bisa naik sorga, maka dimanapun berada ia harus menulis tentang kehebatan agamanya. Untuk itu ia patut dikagumi sebab walau Kompasiana tidak ada RUBRIK AGAMA ia bisa menulis tentang agama dengan santai dan apa adanya hingga membuat Admin terpesona tak berdaya. Patut dikagumi bukan?

Illustrasi : Group PHI. facebook.com

- Kompasianer ini patut dikagumi, karena sopan sekali dalam berinteraksi, bahkan mau pamit dari Kompasiana pun menuliskan artikel khusus, sambil diam-diam MENCIBIR dengan SATIRE walau dibalut dengan kata-kata yang penuh ayat-ayat suci. Ia memang patut dikagumi, sebab tak segera pergi dari sini, melainkan masih setia menulis lagi.  Katanya, fansnya masih banyak di sini! - Kompasianer ini patut dikagumi, walau usianya sudah UZUR bin TUWIR namun semangat menulisnya patut diteladani. Ia menulis tanpa pamrih, bisa serius bisa juga bercanda. Ia mampu menginspirasi penulis-penulis muda di Kompasiana ini dengan komentar-komentarnya yang menggugah hati. Patutlah ia dikagumi banyak orang.

Illustrasi : Group PHI. facebook.com

- Kompasianer ini patut dikagumi, walau tulisannya tidak bombastis ia mampu menarik perhatian banyak pembaca untuk menyimaknya, padahal pertemanannya di sini tidak banyak, namun ia mengaku punya teman kloningan banyak. Untuk itu ia patut dikagumi, tanpa perlu banyak sahabat ia berhasil meraih pelanggan cukup banyak.

- Kompasianer ini patut dikagumi, ia sangat rendah hati dan mau bersahabat dengan siapa saja. Ia tidak pernah memamerkan kekayaannya, padahal beliau bisa masuk sebagai Kompasianer TERKAYA di Kompasiana ini. Kalau Kompasiana ini di jual pun ia mampu membelinya dengan tersenyum. Kerendahan hati dan kebersahajaannya inilah yang patut dikagumi mereka yang mengenalnya.

- Kompasianer ini patut dikagumi, karena dari keramahannya dan kecerdasannya dalam menulis, ia mendapat JODOH di sini juga. Dengan mottonya, jomblo menulis di Kompasiana, cari jodoh di Kompasiana, dapat jodoh di Kompasiana, BIKIN ANAK sambil NGOMPASIANA. Sungguh kesetiaannya patut dikagumi. - Kompasianer ini patut dikagumi, sebab walau sering ngelembur menulis atau membaca  di Kompasiana, toh masih BISA HAMIL juga ha ha ha ha ha ha.......... Siapakah Kompasianer yang PATUT DIKAGUMI itu? Ya KITA SEMUA!!! Semua manusia harus mau belajar agar pintar, tetapi juga harus diasah supaya tajam perasaannya, cepat tanggap terhadap situasi dan kondisi, rendah hati dan menghargai perbedaan yang ada. Walau tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap orang ingin mendapat PUJIAN, itulah salah satu sifat manusia yang SAH untuk kita nikmati. Maka kekaguman itu sebagai salah satu bentuk pujian yang harus kita terima apa adanya ketika dia menulis tentang diri kita. Semoga bermanfaat walau tak sependapat.

http://1.bp.blogspot.com/-ajvg_jnmLZ8/T5TwSq4wGZI/AAAAAAAAAOc/v2zSonK9lio/s1600/Cerita%2BLucu%2BBanget%2B2012.png

Tante Paku A.k.a Stefanus Toni

/290465tantepaku

TERVERIFIKASI (BIRU)

Membaca dan menulis hanya ingin tahu kebodohanku sendiri. Karena semakin banyak membaca, akan terlihat betapa masih bodohnya aku ini. Dengan menulis aku bisa sedikit mengurangi beban itu. Salam, i love you full.....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK KOMPASIANAA

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?