HIGHLIGHT

PMPP TNI, Siap Kirimkan Misi Ke Syria

04 Mei 2012 12:48:15 Dibaca :
PMPP TNI, Siap Kirimkan Misi Ke Syria
Komandan PMPP TNI Bercengkerama dengan peserta mancanegara sebelum penutupan peserta Kursus UNSOC-UNLOG

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul, Bogor, yang telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhyono itu mulai menggeliat. PMPP TNI yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Merah Putih itu melaksanakan kursus bagi para perwira pengemban misi perdamaian. Sedikitnya 45 perwira TNI dari Darat, Laut, dan Udara, dan 25 perwira mancanegara mengikuti kursus UNSOC-UNLOG di Pusat Pemeliharaan Perdamaian (PMMP), Sentul, Bogor. Perwira dari mancanegara itu berasal dari Kamboja, Bangladesh, Malaysia, Mongolia, Nepal, Philipina, Si Lanka, dan Thailand.

Kursus yang berlangsung selama dua minggu itu, dimulai sejak 23 April sampai 4 Mei.Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigadir Jenderal TNI Imam Eddy Mulyono, pukul 14.00 WIB, Jum’at, 4 April, secara resmi menutup kursus UNSOC (United Nations Staff Officers Course) dan UNLOG (United Nations Logistics Officers) Course, di Auditorium PMPP Sentul Bogor.  Penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan pemberian sertifikat kepada perwakilan peserta kursus.

Kursus ini memberikan manfaat yang positif bagi peserta yang sebagian besar merupakan perwira-perwira yang dipersiapkan untuk mengikuti misi pemeliharaan PBB dimasa mendatang.Kursus itu diselenggarakan atas kerja sama PMPP TNI dengan Global Peace Operations Initiative (GPOI) – US Pasific Command (USPACOM) yang bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan sebagai Perwira Staf dan Perwira Logistik bagi para perwira TNI maupun mancanegara dari kawasan regional.

Dihadapan peserta kursus dari berbagai negara, di Auditorium PMPP, Komandan PMPP TNI mengatakan, bahwa fungsi staf adalah menentukan kelancaran koordinasi dan kerja sama antar elemen dalam misi, sedangkan logistik adalah jantung dari misi itu sendiri.  Perencanaan dan pelaksanaan dukungan logistik merupakan hal yang vital dalam sebuah misi. Semuanya harus dilakukan sesuai dengan fakta-fakta yang ada untuk mendapatkan manajemen sumber daya yang efektif dan biaya penggunaan yang efisien dan tepat waktu untuk mencapai tugas yang dimandatkan.

Menurut Brigjen Imam Eddy Mulyono, GPOI-USPACOM bekerjasama dengan PMPP TNI kembali akan mengadakan kursus bertaraf internasional terkait Peace Keeping Operation (PKO) pada September 2012 nanti, yakni UN Peacekeeping Operations Instructors Course (PKOIC) yang bertujuan menyiapkan calon-calon instruktur bagi pelatihan PKO.

Pada 29 Mei nanti, PBB akan memperingati UN Peacekeepers Day. Untuk itu PMPP TNI sebagai institusi yang terkait langsung dengan misi pemerliharaan perdamaian dunia, ikut merayakan UN Peacekeepers Day tersebut melalui berbagai jenis kegiatan. Kegiatan itu adalah pembuatan film peacekeeper berjudul “Garuda Untuk Perdamaian” dan penyusunan buku yang berisi pengalaman para peacekeepers dalam melaksanakan tugas didaerah misi.

Selain itu akan diadakan lomba menulis artikel tentang peacekeepers, lomba dan pameran fotografi tentang peacekeepers, seminar Hankam di Universitas Gajah Mada pada 16 Mei, konser music bertema perdamaian pada 19 Mei, dan ziarah ke makam para mantan peacekeepers TNI di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata pada 28 Mei.

“Peringatan acara puncak akan dilaksanakan di PMPP TNI Sentul, Bogor, pada 29 Mei yang diikuti dengan pemutaran film dan peluncuran tentang peacekeepers serta penyerahan serta penyerahan hadiah lomba menulis artikel dan fotografi,” papar Komandan PMPP.

Kerjasama PMPP TNI dengan berbagai negara dan organisasi internasional sudah lama terjalin selama ini. Bentuk kerjasama itu antara lain, pertukaran siswa dan instruktur dengan negara sahabat yang menyelenggarakan kursus PKO, seperti dengan Australia, Thailand, Malaysia, Swedia, Inggris, Bangladesh, Mongolia dan India.

Belum lama ini, pada 10 April sampai 13 April, PMPP TNI menghadiri workshop tentang Gender Perspektive di PMPP TNI Sentul, yang merupakan kerjasama PMPP TNI, PBB dan dengan negara sahabat. Workshop itu diikuti peserta dari berbagai negara yakni Malaysia, China, Thailand, Sri Lanka, Nigeria, dan Staf UNDPKO.

Kemudian juga direncanakan akan dilaksanakan Initial Planning Conference (IPC) dengan Australia, terkait rencana latihan bersama bernama “Garuda Kookabura”, dimana ini sebuah Command Pos Exercise-CPX (Gladi Posko) terkait peacekeeping operation. Setelah IPC, rencananya akan dilanjutkan dengan Final Planning Conference (FPC) pada Desember 2012 nanti.

Menurut Komandan PMMP TNI, pembangunan fasilitas PMPP TNI selain dari pemerintah Indonesia, juga mendapat bantuan dari Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu memberikan bantuan dana untuk pembangunan Mess atau Barak prajurit TNI yang sedang melaksanakan latihan di PMPP Sentul. Tak hanya AS, Inggris, melalui British Council juga menyumbangkan laboratorium dan perpustakaan Bahasa Inggris. Beberapa negara sahabat lainnya yang sudah berkunjung dan melihat fasilitas PMPP TNI juga sudah memberikan komitmen memberikan bantuan.

“Seperti negara Australia sudah berkomitmen akan memberikan bantuan sepuluh unit kendaraan Land Cruiser setir kiri untuk latihan di PMPP TNI,” kata Imam.

Imam menjelaskan, PBB telah membuka misi baru di Syria yaitu United Nations Supervision Mission in Syria (UNSMIS) pada 21 April lalu. Misi di Syria itu dilakukan untuk memantau penghentian kekerasan bersenjata dalam segala bentuknya di negeri tersebut. Karena itu, PBB melakukan pergeseran beberapa military observer (Milobs) Indonesia yang bertugas pada misi lain ke misi yang baru atas persetujuan Indonesia. Para perwira Milobs itu adalah Mayor Imam Aulawi (UNAMID-Sudan), Mayor Gede Dharma Yoga (UNMIL-Liberia), Mayor Anom Kartika (MONUSCO-Kongo), Mayor Ratih Pusparni (UNIFIL-Lebanon), Kapten Nani Kusminati (UNIFIL –Lebanon), dan Mayor Hery Darmawan (UNIFIL-Lebanon).

“Saat ini sudah berada di Syria, di Kota Hom, adalah Mayor Ratih Pusparni, sedangkan yang lain masih dalam proses administrasi keberangkatan,” ujar Imam.Selain enam perwira menengah tadi, PBB telah meminta tambahan sepuluh personel Milobs dari Indoenesia yang sekarang sedang disiapkan dan mereka dalam status stenby milobs. “ TNI saat ini juga menyiapkan batalyon mekanis (Yonmek) bila suatu saat diminta oleh PBB untuk terlibat dalam misi Syria, sehingga dapat diterjunkan ke daerah misi sesegera mungkin,” ujar Komandan PMPP TNI.

Mirza Gemilang Gemilang

/120673

Berteman dengan pena dan kertas..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?